23 August 2019

Kapolres Metro Jakarta Pusat Sebut Sekelompok Orang yang Rusuh Bukan Massa Aksi Damai Bawaslu

KONFRONTASI-Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mengatakan, sekelompok orang yang sempat kembali turun ke jalan dan bersitegang dengan aparat kepolisian bukan massa aksi damai Bawaslu.

"Mereka bukan massa aksi damai Bawaslu. Nanti akan kami dalami lagi," kata Kombes Harry Kurniawan, Selasa (21/5/2019) malam.

Harry Kurniawan memastikan, saat ini situasi sudah kondusif, dan beberapa orang yang masih bertahan di sekitar Jalan MH Thamrin diminta membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

"Sudah selesai. Kami meminta mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah," katanya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi setelah aparat kemanan dan kendaraan taktik polisi meninggalkan lokasi di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kericuhan berawal saat massa aksi menantang kepolisian dan berseru untuk terus merapatkan barisan.

"Ayo tetap rapatkan barisan, jangan pada takut," teriak massa aksi didepan Gedung Bawaslu.

Tidak lama kemudian, puluhan anggota kepolisian berlarian di sekitar Halte TransJakarta yang berada didepan Gedung Sarinah dan mendekati massa aksi.

Massa aksi yang tadinya memenuhi seberang Kantor Bawaslu terlihat berlarian tak tentu arah dan berlarian membubarkan diri.

Sempat terlihat seorang yang diduga provokator diamankan polisi sebelum akhirnya puluhan petugas petugas keamanan lain yang membawa pentungan dan tameng meminta massa aksi untuk membubarkan diri.

Massa berlarian ke Jalan Wahid Hasyim yang berada di seberang Kantor Bawaslu.

Saat ini, petugas kepolisian terus bersiaga di sekitar Gedung Bawaslu.

Ketegangan juga sempat terjadi di Jalan Wahid Hasyim ketika massa diminta membubarkan diri.

Setelah terlibat kericuhan, mereka meminta aparat untuk mengambil beberapa sepeda motor yang tertinggal di sekitar Sarinah.

"Besok pengambilan motor di Mapolda Metro Jaya. Kami meminta supaya mereka kembali ke rumah masing masing," kata polisi.

"Tidak ada urusan ama polda, kami mau ambil motor," kata massa.

Polisi kemudian mengizinkan massa mengambil kendaraan dan membubarkan diri di sekitar Bawaslu.

Meski sempat diminta pulang, massa ngotot bertahan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan melakukan mediasi agar massa segera meninggalkan lokasi.(mr/warkot)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...