27 March 2019

"Kalau Saya jadi KPK, Ahok Enggak Pulang, Langsung Saya Pakaikan Baju Oranye"

KONFRONTASI - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung mengatakan dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan proses yang panjang. Menurut Lulung, seharusnya anggota DPRD juga diperiksa karena telah membuat panitia khusus atau pansus.

"Namun, saya apresiasi KPK hari ini telah memanggil Pak Ahok, Plt (pelaksana tugas) saat itu, semoga kasus ini juga bisa terungkap. Saya yakin Pak Ahok orang yang berani mengatakan iya dan tidak," kata Lulung di gedung DPRD, Selasa, 12 April 2016.

Lulung berkeyakinan bahwa ada kesalahan dalam pembelian lahan rumah sakit tersebut. Menilik dari nomenklatur pembelian lahan RS Sumber Waras, Lulung menyebutkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tertulis pembelian sebagian lahan. Sehingga, seharusnya nomenklaturnya pun harus pembelian.

Namun kenyataannya, kata Lulung, pembelian lahan yang semula tidak dianggarkan justru dianggarkan tanpa ada evaluasi DPRD. Padahal, menurut Lulung, Kementerian Dalam Negeri telah memerintahkan agar anggaran diperbaiki dan uangnya dikembalikan, tapi menurut Lulung, Ahok menolaknya.

Pada 22 September 2014, Lulung menyebutkan harus ada evaluasi anggaran selama satu pekan oleh DPRD. Namun, anggaran tidak juga dievaluasi. Lulung menyebutkan seandainya dievaluasi, sudah barang tentu tidak ada pembelian uninterruptable power supply (UPS), scanner, printer, alat fitness, bahkan lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Lulung mengatakan terdapat rencana jahat dalam pembelian lahan tersebut. Dalam pembelian sebagian lahan tersebut, seharusnya dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atau Akta Jual Beli (AJB), bukan pelepasan hak. Lulung berpendapat, KPK harus jeli dan seharusnya pembelian lahan tidak boleh dilunasi.

"Kalau saya jadi KPK, Ahok enggak pulang, langsung saya pakaikan baju oranye, biarin saja yang salah harus kita gituin, jangan yang enggak salah diseret-seret. Jangan negosiasi lagi," kata Lulung.[ian/tmp]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...