12 December 2019

Kalau Ahok Jadi Bos BUMN, Rizal Ramli: Pak Jokowi Mendapati Masalah Baru

 KONFRONTASI- Karena tetap perduli dan penuh perhatian kepada Presiden Jokowi, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali mengingatkan istana soal pemanggilan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir ke kantornya pada Rabu, 13 November 2019. RR menilai keputusan tersebut akan menimbulkan beban masalah baru bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Saya bingung, Pak Jokowi cari masalah baru. Masalah udah banyak ditambahin lagi karena nunjuk Ahok," kata dia saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 15 November 2019. Artinya,Jokowi mendapat beban persoalan baru akibat rencana istana pasang Ahok di BUMN.

Dia mengatakan, pribadi seperti Ahok tidak memiliki pengalaman dalam mengatur korporasi. Lalu kedua, Rizal menilai, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mempunyai rekam jejak yang buruk dengan melakukan pembelian Rumah Sakit Sumber Waras, kemudian mengumpulkan dana-dana off budget, menurutnya tindakan tersebut melanggar undang-undang yang berlaku.

"Ngapain Pak Jokowi iseng banget. Indonesia udah banyak masalah, malah mencipatakan masalah lagi," ucap RR.

Menurut Rizal, masih banyak orang-orang yang lebih baik dibandingkan Ahok untuk mengisi kursi petinggi BUMN. Ia menjelaskan, jika benar nantinya akan mantan Bupati Belitung Timur tersebut ditunjuk sebagai bos BUMN, maka akan menimbulkan banyak kontroversi. "Saya rasa Jokowi cari masalah soal BUMN, kenapa sih enggak fokus masalah ekonomi dan kita perbaiki," ungkap dia.

Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

Sementara itu, dua sumber di internal Kementerian BUMN membenarkan soal rencana pengangkatan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina. Rencananya, Ahok resmi menjabat Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng pada akhir November ini.

 

Kabar Ahok akan menjadi komisaris utama Pertamina itu merebak setelah bekas Gubernur DKI Jakarta itu datang memenuhi undangan Erick Thohir. Dalam pertemuan selama satu setengah jam itu, Ahok mengaku banyak berdiskusi dengan Erick seputar perusahaan BUMN.

Sebelum meninggalkan Kementerian, Ahok menuturkan dirinya diminta terlibat di salah satu perusahaan pelat merah. Ia pun menerima tawaran itu. 

Namun, Ahok mengaku tidak tahu soal jabatan untuknya. "Jabatannya apa dan BUMN mana, saya tidak tahu, silakan tanya ke Pak Menteri," ucap Ahok, Rabu, 13 November 2019 (TEMPO/Koran Tempo/Konf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...