20 November 2018

Kakek Anies Baswedan Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional

KONFRONTASI - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri pemberian anugerah Pahlawan Nasional untuk kakeknya, Abdurrahman Baswedan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11).

Anies hadir bersama sang ibu, Aliyah Rasyid Baswedan. 

"Kebetulan saya pribadi tumbuh besar bersama dengan kakek satu rumah di Jogja. Dia, dari mudanya seorang wartawan, sampai akhir hayatnya. Kemanapun pergi selalu bawa kamera, kemanapun pergi selalu bawa tape recorder," ujar Anies di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (8/11).

Ia mengenang waktu masih di bangku Sekolah Dasar (SD), sering diminta almarhum kakeknya menjadi juruketik untuk setiap surat yang dikirim. 

"Beliau tiap hari kirim surat. Saya jadi jurutulisnya. Jadi duduk di mesin ketik. Saya yang ketik, dia yang mendikte," ujar Anies.

Ia sudah lupa apa yang diketik waktu itu. Namun di ujung surat, lanjut Anies, sang kakek selalu meminta namanya dicantumkan. 
"Saya bangga sekali ketika disebut begitu. yang saya tidak sadar dan baru tahu kemudian hari itu adalah cara beliau memberitahu si penerima kalau banyak salah salah ketik, itu bukan diketik oleh dirinya, tapi oleh cucunya," kenang Anies tertawa. 

Pergerakan kemerdekaan Indonesia juga tak lepas dari peran AR Baswedan. Anies menjelaskan, kakeknya adalah salah seorang anggota dari BPUPKI yang saat itu bersidang di Gedung Pancasila.

"Jadi jadwal pidato beliau itu ada tiga orang yang berpidato pada tanggal 1 Juni. AR Baswedan, kemudian satu lagi saya lupa namanya, lalu setelah itu Bung Karno. Lalu menjadi Menteri Muda Penerangan tahun 1947, dan salah satu peran yang sering disebut adalah AR Baswedan merupakan salah satu anggota misi diplomatik ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan de jure dan de facto dari Mesir waktu itu sebagai negara pertama," ulas Anies.[ian/rml]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...