15 December 2019

Jokowi Diingatkan Rizal Ramli, Ekonomi Indonesia Terus Memburuk dan Tertinggal dengan Tetangga

KONFRONTASI- Bukan hanya korupsi, Indonesia tertinggal karena ikut garis neoliberal. 40 tahun yang lalu. Indonesia sama miskinnya dgn Korea, Malaysia, Taiwan. China bahkan GNP/kapita waktu itu setengah dari Indonesia  Demikian ekonom senior yang juga Menko Perekonomian Presiden Gus Dur yakni Rizal Ramli (RR) mengomentari memburuknya ekonomi di tangan  Menkeu Sri Mulyani dkk beberapa tahun ini.

Setelah membangun selama 50 tahun PDB/kapita Indonesia baru mencapai US$ 3.800 . Padahal beberapa negara lain di Asia yang dulu ditahun 1960 masih sama-sama miskin dengan kita, sekarang maju pesat dengan PDB/kapita yang jauh diatas Indonesia. Seperti Malaysia PDB/kapitanya 3 kali lipat kita, Taiwan 6 kali lipat kita, Korea Selatan 7 kali lipat kita bahkan Singapura 14 kali lipat kita.
 
China (RRC) yang pembangunannya sangat terlambat dibandingkan kita, baru membangun di awal tahun 80an dan penduduknya 1,3 milyar orang, mereka maju dengan pesat sekali. Sekarang PDB/kapitanya mencapai 2 kali kita. Teknologinya sangat maju antara lain telah mampu membuat dan mengekspor kereta api cepat.
Prof RR dan Prof Amartya Zen di  sidang panel ahli PBB, New York

''Ternyata norak banget Sri Mulyani yang neoliberal, sebab dia terbukti sangat gusar dengan kritik dan koreksi atas  Neoliberalismenya. Sri defensif dan terus beladiri soal kebiasaan ngutangnya,'' kata analis Reinhard MSc.

''Demokrasi boleh saja beda pendapat  Ikut kuliah percuma, wong situ (Sri Mulyani) bisanya cuma minjem dengan bunga tinggi, yield bonds RI 2-3% lebih tinggi dari Thailand, Philipina & Vietnam. Itu rugikan Indonesia milyaran dollar tahu ? Situ (Sri Mulyani) belajar lagi basic finance ya,'' kicau RR di twiternya menyindir Sri Mulyani yang menggunakan media mainstream untuk membela utangnya yang menggunung.

Mengenai utang, soalnya adalah bukan total debt per GDP, tapi “debt service to export ratio” yang lebih tepat gambarkan kemampuan bayar utang suatu negara ——Lampu Merah Rasio Bayar Utang Indonesia. ''

Ke depan pun, Pemerintahan Joko Widodo menurut ekonom yang juga merupakan manta Menkomaritim, Rizal Ramli akan terus mengalami kesulitan di bidang perekonomian. Rizal mengatakan demikian karena adanya persoalan di salah satu bawahannya, yang dapat disebut sebagai ganjalan memajukan perekonomian RI. RR kembali ingatkan Presiden Jokowi.

“Pilihan sulit Pak Jkw (baca: Jokowi). Jika terus mendengarkan Menkeu Neoliberal, elektibilitasnya akan terus merosot,” kata Rizal, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (8/3/2018).

Padahal menurut Rizal hal itu bisa diartikan sebagai warning, mengingat cukup banyaknya kalangan pebisnis yang mengeluh akan perekonomian saat ini. Oleh karena itu, ia menyarankan mau tidak mau Jokowi berani ambil langkah lain selain yang diajukan (misal) Menkeu.

“Kalangan bisnis sudah sebel karena aturan pajak terus berubah. Jkw tidak ada pilihan, harus menarik garis pemisah dari Menkeu Neoliberal, yang bekerja terutama untuk kreditors.”

Belum lagi menurutnya ada aturan yang diubah-ubah tanpa adanya pandangan substansial atas RI. “Aturan pajak diubah-ubah saenake untuk uber target setoran kepada kreditors, Menkeu kerja buat siapa,” katanya lagi, saat mengomentari judul berita di salah satu media: ‘Presiden Mendadak Panggil Dirjen, Diminta Tak Bikin Gaduh?’ (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...