15 September 2019

Jokowi Dianggap Tak Serius Putus Keserakahan Freeport

KONFRONTASI - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PP PM), Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo segera membuktikan ucapannya soal tidak mau memperpanjang kontrak karya PT. Freeport Indonesia jika perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak mau memenuhi poin-poin yang diajukan oleh pemerintah.

"Kemarin kan Menko Polhukam Luhut Panjaitan sudah bilang Presiden Jokowi enggak mau perpanjang kalau syarat tak dipenuhi, terus bilang ada menteri yang mau percepat itu. Jokowi harus buktikan, cepat beri statement," kata Dahnil usai diskusi di PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (14/12).

Sejauh ini, lanjut Dahnil, presiden masih belum menunjukkan bahwa pemerintah akan bertindak tegas pada Freeport. Hal itu terlihat dengan sikap presiden yang malah lebih memilih menanggapi dengan serius sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang menurut Dahnil justru tidak substansif. Presiden, kata Dahnil, belum terlihat serius ingin memutus keserakahan Freeport mengeruk kekayaan alam di Papua.

"Ini malah presiden marah soal MKD, kok jadi terlarut kesana? Kalau memang tidak setuju buat kebijakan cepat. Daripada sibuk marah soal pembajakan nama, Jokowi harus cepat ambil sikap ke Freeport. Tidak mau bilang tidak, perpanjang jelasin kenapa. Jangan sekarang marah-marah enggak taunya tetap diperpanjang," demikian dosen tetap Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa, Banten ini.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...