31 March 2020

Jokowi Butuh Jurus Dewa Mabok: Pilih Rizal Ramli, Muldoko atau Mahfud 2019? JK pensiun, dan Sri Mulyani kian Konyol dan Mbrodol

KONFRONTASI- Presiden Jokowi akan memilih Rizal Ramli (RR) atau Muldoko atau Mahfud MD atau Sri Mulyani  dalam Pilpres 2019?  Pada 10 Agustus ini, jawaban itu harus diberikan Jokowi ke KPU.

Seperti halnya Prabowo,  Jokowi juga butuh  jurus mabok: Tokoh NU seperti Mahfud jelas bukan fighter dan tidak akan nambah suara bagi Jokowi.  Ingat bahwa Hasyim Mujadi, Cawapres Mega kalah di pilpres 2004. Juga Gus Sholah Cawapres Wiranto kalah 2004. Mahfud MD hanya kurang dari setengah dukungan Hasyim dan Gus Sholah, alias paling lemah sehingga parah menggerus Jokowi dan  lebih-lebih payah lagi, sehingga  tidak akan menambah suara Jokowi.

Begitu benang merah pandangan para peneliti, intelelektual dan akademisi yang dikumpulkan oleh  Dr Daddy Heryono Gunawan, sosiolog Fisip UI dan Dr Herdi Sahrasad, akademisi/ahli ekonomi-politik dan Islamisme di Universitas Paramadina secara terpisah Senin.

 

Muldoko sangat terbatas dukungan dan aksesnya, sudah lemas hadapi penolakan internal Koalisi Banteng. Sedang Mahfud sudah tekor, juga Maruf Amin yang sepuh, gaek. Apalagi Islam perkotaan, 212, Muhammadiyah pasti  tidak akan milih Machfud.  Para tyokoh NU itu bukan kelasnya Gus Dur yang berkualitas, sungguh beda, sebab Gus Dur itu fighter dan banyak network diluar NU serta dipercaya kaum kebangsaan sekuler.

''Maka Rizal Ramli  (RR) boleh jadi sangat dipercaya PDIP, kaum kebangsaan sekuler maupun kaum santeri NU-Muhammadiyah. Sudahlah hanya RR yang berkualitas mumpuni untuk dampingi Jokowi mengatasi masalah ekonomi yang memburuk dan membusuk, korupsi dan kemelaratan massal. RR dekat dengan Megawati, Puan dan Guntur Soekarno serta Rachmawati, RR itu dipanggil ''Om'' oleh Puan Maharani  dan Puti Guntur Soekanoputri, RR itu Omnya Puti dan Puan, sosok mantan demonstran ITB  yang paling komit dan perduli mewujudkan gagasan Soekarno-Hatta dengan Trisakti dan pasal 33 UUD45, '' kata Dr Daddy Heryono Gunawan, sosiolog Fisip UI dan Dr Herdi Sahrasad, akademisi/ahli ekonomi-politik dan Islamisme di Universitas Paramadina.

Petahana dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Joko Widodo (Jokowi) diprediksi takkan menyomot Ketua Umum partai politik koalisi yang mendukungnya sebagai Calon Wakil Presiden. (Cawapres) yang mendampingi dirinya pada pesta demokrasi tahun depan.

Gambar terkait

Figur non parpol seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, diprediksi menjadi kandidat kuat yang bakal dipilih Jokowi. Namun para analis mengatakan, duet  Jokowi- RR paling prospektif dan tangguh, sedang duet Jokowi-Muldoko, Jokowi-Mahfud  sangat lemah dan bakal tumbang menghadapi Prabowo kalau berduet dengan Rizal Ramli.

Tapi Sri Mulyani sudah gagal dan tak patut masuk bursa pilpres, Sri sudah kian konyol dan mbrodol. Sedang JK sudah pensiun 2019 lantaran sudah dua periode wapres.

 

Nah kalau duet Jokowi-RR terjadi, maka kubu Prabowo bakal tumbang 2019.

‘’Prabowo harus cepat mengambil RR sebagai cawapres daripada keduluan Jokowi, itu kecemasan saya karena rakyat ingin perubahan tapi belum jelas siapa  jagonya melawan Jokowi,’’ kata pengajar UII  Purwoko PhD yang juga pemerhati politik.

Hasil gambar untuk rizal ramli neno warisman

Hitungan politiknya mudah, Mahfud dan Muldoko tak kuat jaringan sosialnya, dan sangat terbatas aksesnya ke rakyat banyak maupun kaum intelektual. Yang terkuat adalah RR, selaku kuda hitam dengan basis jaringan dan dukungan luas dari rakyat yang kecewa dan marginal serta makin miskin. Apabila duet  Jokowi-RR terjadi maka kubu Prabowo-SBY yang tumbang 2019. Namun kalau duet PRabowo-RR terjadi maka Kubu Jokowi yang  keok dan ambruk 2019 .

‘’RR tu game changer dan tokoh kunci yang menentukan kalah menangnya Jokowi atau Prabowo,’’ kata Wakil Rektor UBK Teguh Santoso MA dan Dr Herdi Sahrasad dari Univ.Paramadina.

Hasil gambar untuk rizal ramli neno warisman

Duet Jokowi- Rizal Ramli masih terbuka, seperti halnya potensi duet PRabowo-RR, tergantung koalisi yang berkepentingan untuk mewujudkan duet itu. Apakah duet Jokowi-RR atau Prabowo-RR? Sejarah menunggu.

(red)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...