23 May 2019

Jika Jokowi-JK Gagal, Masa Depan NKRI Terancam

JAKARTA- Jokowi- JK dalam sorotan akademisi UI. Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf menegaskan jika kelangsungan NKRI ke depan tergantung pada pemerintahan Jokowi-JK. Terutama dalam keberhasilam membangun ekonomi kerakyatan melalui kedaulatan dan kemandirian petani yang akan menghasilkan kebutuhan pokok berupa pangan dan sembako. Kalau itu gagal, maka sama dengan pemerintahan Susilo bambang Yudhoyono (SBY), dan itu akan mengancam NKRI.

“Jadi, kelangsungan NKRI ini akan tergantung pemerintahan ke depan, yang mesti memperhatikan ekonomi kerakyatan petani, yang selama ini terpinggirkan. Sama halnya dengan terbentuknya DPD RI, yang diharapkan memperhatikan daerah. Tapi, kalau pemerintah hanya berbicara ekonomi makro, dan DPD masih belum selesai dengan masalah wewenang internalnya, maka NKRI terancam,” tegas Maswadi Raud dalam dialog ‘Konstelasi NKRI, 5 Tahun MPR RI’ bersama Wakil Ketua MPR RI Melani Leimina Suharli, dan anggota DPD RI Wahidin Ismail di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (22/9/2014)..

Juga sama dengan kelangsungan demokrasi selama ini, yang dirusak oleh politik uang dan tumbuhnya politik dinasti di mana ke depan itu akan makin hebat dan tidak terkendali dan tidak ada yang mampu mencegahnya, karena tidak ada aturan yang jelas menurut Maswadi, maka fakta politik itu sebagai kegagalan berdemokrasi sekaligus menjadi ancaman NKRI. “Kita gagal berdemokrasi, karena tak menghasilkan pemimpin yang menjadikan negara ini maju dan sejahtera, tapi makin mundur,” ujarnya.

Maswadi megakui bukan salahnya demokrasi, melainkan akibat orang-orang yang menjalankannya tidak sesuai dengan tuntunan demokrasi itu sendiri. Seperti halnya Panglima TNI yang mengangkat konglomerat Dato Tahir di luar unsur TNI sebagai penasihat, apa perlunya TNI? “Juga, Jokowi, kalau betul nanti, pemerintahannya menganak-emaskan mereka, maka akan terjadi kecemburuan sosial sekaligus menjadi ancaman bagi NKRI,” tambahnya.

Mengapa? Menurut Maswadi, bagaimana pun sejarah Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat.”Jadi, jangan anggap enteng NKRI. Di mana yang mengancam NKRI ini ada dua; yaitu kegagalan pemerintah dalam membangun perekonomian negara yang adil dan sejahtrera, dan kedua diskriminasi kelompok mayoritas terhadap minoritas. Itu jangan sampai terjadi dan kita berkewajiban merawat NKRI,” tutur Maswadi.

Karena itu kata Maswadi, sosialisasi 4 pilar bangsa juga tidak boleh diisi materi sembarangan. Sebab, bisa menjadi bumerang dan bukannya rakyat akan mekin menyintai NKRI, tapi sebaliknya akan mencemooh dan mencaci-maki negara dan NKRI menjadi korban. “Jadi, selain membangkitan nasionalisme, membangun perekonomian yang mensejahterakan rakyat, juga harus sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah (RPJP – RPJM) seperti GBHN dulu, agar rakyat memehami program pembangunan bangsa ini,” pungkasnya.(sor)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...