23 November 2017

Jelang ke Masjid Lautze, Rizal Ramli: Presiden Jokowi Sudah Tarik Garis terhadap Ahok

JAKARTA- Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan, Presiden Jokowi (istana) sudah menarik garis untuk tidak membela skandal Ahok dan kesalahan  Ahok yang sudah kelewatan dan melampaui batas . ''Jangan gitu, Mas Jokowi sudah tarik garis kok,'' kata Rizal Ramli, menko ekuin era Presiden Gus Dur jelang bertolak ke Majid Lautze untuk menunaikan shalat Jumat bersama kaum Muslim Tionghoa beserta para jemaah lainnya, pada Jumat (3/2/17) di Masjid Muslim Tionghoa, yakni Masjid Lautze, Jakarta.

Belakangan ini rakyat semakin yakin jika Presiden Jokowi memang benar-benar melindungi Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam setiap kasus yang membelit si politisi tukang gusur wong cilik tersebut. Berbagai kasus seperti skandal Reklamasi Teluk Jakarta, RS. Sumber Waras, penistaan Agama, pelecehan Ahok atas KH MAruf Amin, hingga arogansi Ahok yang koruptif dan rasis membuat Ahok di atas hukum, bebas berbuat apa saja hingga berpotensi memicu prahara sosial dan politik dinegeri ini. Namun menurut Rizal Ramli, Jokowi sudah menarik garis terhadap Ahok dan disarankan agar  tidak terseret Ahok masuk lumpur tercela,hina dan nista.

Terkait kegiatan di  Lautze, seusai shalat, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang juga dikerap disapa Gus Romli di kalangan Nahdliyin ini akan berdialog dan bertukar pikiran, saling asah-asih-asuh, demi menenangkan situasi yang tegang dan tidak nyaman belakangan ini akibat ulah dan sikap Ahok, yang berdampak bagi segenap anak bangsa di negeri ini.

Sebelumnya, Rizal Ramli pernah menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak memiliki rekam jejak yang bagus. Oleh sebab itu, dia meminta Presiden  Jokowi dan Menko Kemaritiman Luhut  B Panjaitan tak terbawa oleh Basuki alias Ahok.

Menurutnya, jika Jokowi  dan Luhut terus-terusan terseret oleh Ahok maka sang presiden bisa tenggelam ke dalam lumpur kenistaan. Sementara untuk Luhut, Rizal mengingatkan agar tidak terbawa arus Ahok jika tak mau masuk dalam lumpur kehinaan yang tercela..

"Saya katakan Jokowi juga harus netral. Kalau diseret-seret terus ke bawah makin tenggelam. Kepada Luhut, jangan terseret sama Ahok nanti masuk lumpur  semua. Karena orang ini track recordnya tidak bagus," kata Rizal Ramli,  mantan demonstran ITB dan sang Rajawali pengemban nasionalisme Soekarno-Hatta.. Malah publik dan kaum muslim mengungkapkan dan melihat  langsung rekam jejak Ahok yang amat kotor dan tohor selama bertugas di DKI dan Belitung.

Politik ala Jawa memang mengenal istilah “Nabok Nyilih Tangan” (memukul dengan cara menyuruh orang lain). Begitulah sepertinya konteks Grasi  Jokowi untuk Antasari, yang sumir terdengar lagi-lagi tidak terlepas dari kepentingan membela si kutu loncat Ahok. There no ain’t such thing as a free lunch (tidak ada makan siang gratis).

Berbagai kasus yang melibatkan Ahok memang nyatanya lolos semua, bahkan sudah jadi rahasia umum jika siapapun yang berani menggangu Ahok pasti akan menerima segala resikonya, mulai dipecat dari jabatannya, di kriminalisasi hingga pembunuhan karakter oleh kacung-kacung  Ahok si penista agama dan berbagai media pendukungnya.

Arogansi Ahok yang terbaru terkait cercaan dan ancaman terhadap ketua umum MUI yang sekaligus pimpinan tertinggi jam'iyah NU, K.H Ma'ruf Amin menjadi deretan sikap dan moralitas Ahok yang sudah melampaui batas, biadab dan sangat diluar batas kewajaran.

Sekalipun Ahok selalu dalam pusaran kasus dan tabi’at kecongkakan, namun sikap Ahok selama ini tidak berubah dan justru selalu mendapat keistimewaan dari istana Jokowi. Ini sangat tercela dan  nista. Istana sangat tercela dan bau sangit barang busuk Ahoax.

Semua lembaga negara, anehnya,  tidak berkutik menghentikan kecongkakan Ahok, bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menjadi benteng terakhir rakyat untuk menghentikan tindak tanduk Ahok hari ini juga dalam kondisi kritis, tokoh-tokohnya dihina, dicaci maki dan dipecah belah. Pelan tapi pasti semua yang menggangu Ahok di binasakan (Angon mongso : waktu yang tepat untuk di binasakan). Itu semua tercela dan hina, suatu beban kotoran bagi istana Presiden Jokowi, Luhut cs dan jajarannya. Para ulama dan analis khawatir, kiamat  terhadap good governance dan supremasi hukum era Jokowi sudah sangat dekat dan  Jokowi-Luhut  cs terjerembab? (berbagai sumber)

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...