19 July 2019

Jadi Tersangka Lagi, Sekjen Golkar Pastikan Setnov Kooperatif

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka terkait kasus e-KTP pada Jumat, 10 November 2011.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, apa yang dialami oleh Setya Novanto adalah bagian dari perjuangan seorang politikus dalam perjalanan politiknya.

“Jadi saya kira seluruh proses politik ini dihadapi sebagai politisi pejuang. Itu tentu akan menghadapi dinamika-dinamika yang ada dan itulah prinsip dasarnya,” kata Idrus di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017).

Idrus berujar, Setya Novanto akan mengikuti semua proses hukum di KPK saat dipanggil nanti, termasuk Partai Golkar akan menghormati proses tersebut. Menurut dia, hal itu adalah bentuk Novanto taat terhadap hukum agar tidak gaduh.

“Ya kita menghormati proses hukum dan Pak Novanto sudah berjanji akan kooperatif mengikuti semuanya, dan tentu yang paling pokok adalah pernyataan Presiden sebelum ke luar negeri bahwa proses (kasus) hukum ini secara umum,” ujar dia.

Idrus menambahkan, jika dalam prosesnya nanti ada bukti kuat keterlibatan Novanto dalam kasus e-KTP, maka sudah seharusnya dilanjutkan. Hal tersebut, kata dia, berlaku bagi siapa saja tak hanya Novanto.

“Bukan hanya Setya Novanto bahwa apabila ada bukti, itu harus diteruskan. Apabila tidak ada bukti, harus dihentikan. Nah ini saya kira komitmen Presiden dalam rangka supremasi hukum di republik ini. Kita adalah negara hukum sehingga hukum harus menjadi pemegang remote control terhadap seluruh sistem hidup kebangsaan kita,” beber Idrus. (lptn6/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...