14 November 2019

Istana Terkesan Pasang Badan untuk Lindungi Ahok

KONFRONTASI-Tuntutan yang disusun jaksa terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Tuntutan jaksa dinilai janggal oleh banyak kalangan. Antara Pasal yang didakwakan dengan tuntutan yang disusun jaksa sama sekali tidak nyambung.

"Dari tuntutannya JPU mau bebaskan Ahok?" kata analis hukum Muslim Arbi kepada redaksi, Jumat (28/4).

Dikatakan Muslim Arbi, Basuki dijadikan tersangka dan didakwa dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun, serta pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun. Tapi dalam tuntutan, jaksa menjerat Basuki sangat ringan, yakni hukuman penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Artinya, Basuki tidak dipenjara selama masa percobaan dengan syarat tidak mengulangi perbuatannya.
Hasil gambar untuk muslim arbi

Muslim Arbi
Sebenarnya jaksa punya alasan menuntut Basuki sesuai dengan pasal dakwaannya. Jangankan menunggu 2 tahun masa percobaan, menurut Muslim Arbi, Basuki sudah mengulangi perbuatannya dalam kasus Wifi dengan nama Al Maidah 51 dengan password kafir yang termuat dalam video yang beredar luas di publik. Kemudian, dalam wawancara dengan Stasiun TV Al Jazeera, Basuki secara terbuka mengaku tidak menyesal. Bahkan dia menyatakan akan melakukan lagi hal yang sama.

"JPU mesti kaji kembali tuntutannya. Dua hal tersebut di atas mestinya menjadi alasan utama bagi JPU untuk menuntut Basuki," masih kata Muslim Arbi yang aktif di Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK).

Selain itu, katanya, jaksa juga harus mempertimbangkan keterangan saksi-saksi ahli yang dihadirkan oleh mereka selama persidangan. Dan lebih terpenting lagi jaksa harus melihat pendapat para ulama dari Muhammadiyah, NU dan MUI.

Karenanya menurut Arbi, tidak aneh jika tuntutan dan dakwaan JPU yang tidak nyambung dan bertolak belakang itu memancing kemarahan sejumlah tokoh dan umat. Bahkan DR Rizal Ramli, mantan Menko Maratim dan ekonom senior marah dan menyindir bisa-bisanya jaksa jadi pengacara terdakwa.

"Terlihat jelas tuntutan ringan dengan kecenderungan membebaskan si terdakwa penista agama ini sesuai skenario Istana. Kelihatannya Jokowi pasang badan jadi pengacara Basuki dengan memerintahkan Jaksa Agung agar diringankan tuntutannya. JPU Ali Mukartono (ketua tim JPU) cuma eksekutor saja," demikian kata Muslim Arbi.[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...