19 July 2019

Ini Pesan Simbolik Dari Pertemuan Presiden dan Ulama Soal Pilkada DKI

JAKARTA- Ada pesan simbolik Presiden Joko Widodo kepada para ulama dan cendekiawan Muslim Senin ini. Jokowi memanggil para ulama dan tokoh agama ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4/2017) sore. Hadir diantaranya Ma'ruf Amin, Yusuf Mansur, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Pertemuan berlangsung tertutup selama kurang lebih dua jam. Ma'ruf Amin mengatakan, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan, mulai dari redistribusi aset, narkoba, terorisme dan radikalisme. (baca: Kapolri Larang Pengerahan Massa Jelang Pencoblosan Pilkada DKI Jakarta)

Pemungutan suara pada Pilkada DKI putaran kedua juga turut dibahas. "Beliau meminta agar para ulama ikut tenangkan supaya situasi kondusif jangan sampai rusak suasana dan menimbulkan perpecahan bangsa dan membuat bangsa ini terpecah," kata Ma'ruf. Ketua Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan, para ulama dan tokoh agama yang hadir setuju untuk mendukung pemerintah menjaga kondusifitas pilkada DKI. (Baca juga: Kapolri: Polri Akan "All Out" Amankan Pilkada DKI) "Dari para ulama kita menghimbau, memberikan himbauan kepada semua pihak (untuk menjaga kondusifitas)," ucap Ma'ruf.

Sebelum memanggil ulama, Jokowi terlebih dulu mengumpulkan para pembantunya yang membidangi masalah hukum dan keamanan, yakni Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan. Adapun putaran kedua Pilkada DKI akan diikuti dua pasangan, yakni Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin (17/4/2017) memanggil para pembantunya yang membidangi masalah hukum dan keamanan.

Adapun menteri yang dipanggil Jokowi adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto; Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo; Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian; dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.

Mereka tampak mengobrol santai di beranda Istana Merdeka, sekitar pukul 15.20 WIB. Wartawan diizinkan untuk mengambil gambar dari kejauhan, namun tak terdengar apa yang diperbincangkan.

Tak lama, Jokowi lalu meminta wartawan menuju beranda Istana Kepresidenan.

Jokowi mengakui bahwa pemanggilan ini terkait putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang pemungutan suaranya akan berlangsung pada Rabu (19/4/2017) mendatang.

Jokowi mengajak seluruh warga DKI untuk menggunakan hak pilihnya.

"Tadi saya sudah memerintahkan kepada seluruh aparat negara TNI- Polri untuk menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta," ucap Jokowi.

Pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta tidak lama lagi akan dilaksanakan, hasilnya sudah pasti akan menentukan siapa sosok pasangan calon yang akan terpilih menjadi pemimpin di Provinsi DKI Jakarta selama periode 2017-2022.

Atmosfir persaingan politik pada perhelatan Pilkada DKI Jakarta kali ini memang dapat dikatakan panas, penyebabnya adalah persaingan dalam memenangkan pasangan calon tidak hanya terkait dengan adu gagasan atau program.

Di akar rumput, isu-isu non-konseptual berkembang dan mengalir dengan sangat deras, seperti halnya isu soal agama, etnis dan penghentian program bagi masyarakat yang memilih calon tertentu.

Apa yang akan terjadi jika melihat pada adanya masalah tersebut?

Maka jawabannya adalah pilihan masyarakat akan ditentukan oleh adanya unsur fear factor. Masyarakat takut memilih calon tertentu karena akan bersinggungan dengan kelompok masyarakat agama yang akan mempermasalahkan pengurusan pelayanan terkait dengan urusan keagamaan.

Di sisi lain masyarakat juga takut memilih karena tidak akan lagi menikmati fasilitas yang selama ini sudah mereka dapatkan. Berlangsungnya kondisi ini jelas memberikan ancaman terhadap proses demokrasi yang sudah terbangun, sebab masyarakat tidak lagi dapat memilih kandidat sesuai dengan hati nuraninya.

Panasnya persaingan politik pada Pilkada DKI Jakarta juga sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas, tidak hanya nasional bahkan juga internasional, persoalan ini yang kemudian diharapkan tidak akan berlanjut pada kehidupan pasca Pilkada.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...