5 December 2019

Ini Cara Goenawan Mohamad Teror KPU agar Menangkan Jokowi

KONFRONTASI - Undangan bertajuk "Menyatakan Keprihatinan Untuk Persatuan", yang digagas Goenawan Mohamad cs merupakan upaya fait accompli dan teror terhadap KPU memenangkan Jokowi.

''Hal itu jelas  mengesankan fait accompli dan merupakan teror  berkedok intelektual  terhadap KPU dan pemerintahan SBY  yang mau berakhir.  Kita sayangkan, Itu kan cara Mas Goenawan Mohamad  cs untuk menekan KPU. Jangan lupa, itu dibaca orang bahwa  itu teror atas KPU,'' kata Hatta Taliwang, mantan anggota DPR-RI dan aktivis gerakan mahasiswa

Hatta  Taliwang menambahkan, tidak ada gunanya  para cendekiawan dan wartawan senior melakukan 'fait accompli'' dan mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pemilu presiden kali ini.Sebaiknya para cendekiawan,wartawan  senior dan tokoh sepuh menerima apapun hasil keputusan KPU. Siapapun yang menang, Prabowo atau Jokowi, harus diterima secara legowo, didukung dan jangan ada pemaksaan kehendak atas nama quick count atau survei dari lembaga survei manapun. KPU-lah yang harus jadi pegangan utama, rujukan tunggal untuk menentukan siapa capres yang menang dalam Pilpres kali ini.

Dalam hal ini, tokoh Persatuan Alumni GMNI Nehemia Lawalata dan Alumni HMI yang juga tokoh KAHMI Mahadi Sinambela, Rabu (18 Juli) meminta kalau Jokowi menang berdasarkan keputusan KPU, maka seluruh rakyat harus menghormati dan legowo. ''Namun kalau KPU memutusakan Prabowo-Hatta menang, maka seluruh rakyat harus bersatu mendukungnya. Jangan ada fait-accompli agar KPUmemenangkan Jokowi,'' tegas Nehemia.

Mantan menpora Mahadi Sinambela menekankan, keputusan KPU harus dihormati  dan tidak boleh di-fait accompli, apalagi ditekan oleh para intelektual seperti Mas Goen yang kita hormati. '' KPU juga tak boleh diteror dan  ditekan oleh siapapun, lembaga apapun, media apapun. Marilah  kita semua menunggu hasil akhir KPU dan menghormati keputusan KPU,'' kata Tokoh HMI lulusan Universitas Gadjah Mada itu.

Sebagaimana diketahui, rencana pertemuan yang digagas oleh wartawan senior Goenawan Muhammad dan cendekiawan Muslim Buya Ahmad Syafii Maarif pada Kamis (17/7/2014) mendatang yang bertajuk "Menyatakan Keprihatinan Untuk Persatuan", merupakan upaya fait accompli agar KPU memenangkan Jokowi. ‘’Dan itu juga  pendelegitimasian KPU dan pemerintahan SBY dalam pilpres kali ini,;; kata Nehemia Lawalata. Dalam undangan  kepada pers dan media, terdapat empat poin usulan yang akan ditawarkan dalam acara tersebut.

Keempat poin tersebut yakni, pertama mengingatkan kembali bahwa hasil hitung cepat lembaga yang kredibel menunjukkan kemenangan Jokowi-JK. Rakyat sudah berbicara. Kedua, meminta agar Prabowo dan pendukungnya menerima hasil pilpres sebagai bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat.

Ketiga, meminta seluruh masyarakat untuk mendukung KPU dalam melaksanakan perhitungan suara secara transparan dan jujur. Dan keempat, mengajak semua pihak yang selama ini tercerai berai untuk bersama menciptakan rasa aman dan rasa bersatu membangun bangsa. Tidak ada lagi koalisi pendukung capres, tetapi hanya ada koalisi besar Masyarakat Indonesia. [rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...