19 February 2020

Ini Alasannya, Kenapa Ical Sudah Tak Layak Jadi Ketua Umum Golkar Lagi

KONFRONTASI - Survei Poltracking menunjukkan inkumben Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak layak untuk kembali menduduki posisi tertinggi di partai berlogo pohon beringin itu. Alasannya, pria yang dipanggil Ical tersebut berada di posisi kedua terbawah pada hasil survei.

"Sepertinya ini dipengaruhi kegagalan Ical pada pemilu legislatif dan pemilu presiden kemarin. Pada pileg, Golkar gagal meraih suara terbanyak sementara pada pilpres tak ada satu pun capres dari Golkar," ujar peneliti Poltracking, Arya Budi, Kamis, 13 November 2014.

Menjelang berlangsung Musyawarah Nasional Golkar pada awal 2015, nama Aburizal masih disebut-sebut sebagai calon ketua umum selain Agung Laksono dan Priyo Budi Santoso. Ini karena masih adanya dukungan dari sejumlah dewan pimpinan daerah terhadap pria berinisial ARB itu.

Arya mengatakan, Ical dinilai gagal ketika diukur menggunakan 10 aspek penilaian yang disusun oleh 173 pakar. Kesepuluh aspek itu meliputi rekam jejak, kompetensi, visi-gagasan, komunikasi elit, komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman, kemampuan memimpin partai, kemampuan memimpin koalisi, dan kemampuan memimpin pemerintahan

Dari kesepuluh aspek tersebut, Ical gagal di enam aspek. Keenam aspek itu adalah rekam jejak, kompetensi, visi, Komunikasi publik, akseptabilitas, pengalaman, dan kemampuan memimpin pemerintahan dan negara. Kebanyakan, Ical mendapat peringkat dua pada aspek-aspek itu.

"Awalnya Ical diprediksi akan unggul dalam komunikasi publik, tapi ternyata idak. Ya, ini hasil pemikiran para pakar yang objektif," ujar Arya. Arya berkata, perolehan Ical ini berbanding terbalik dengan Priyo Budi Santoso yang peringkat pertama pada sembilan aspek.

Selain gagal dalam enam aspek, Priyo menambahkan bahwa Aburizal juga tidak direkomendasikan oleh pakar untuk kembali maju. Buktinya, angka tidak direkomendasikannya Ical berada di atas calon yang lain, 52 persen. "Calon yang lain, angka tidak rekomendasi tertinggi hanya 7 persen,"ujar Arya.

Secara terpisah, peneliti senior Poltracking Agung Baskoro berkata bahwa hasil survei menunjukkan Ical harus segera memperbaiki kualitasnya. Prestasi Ical yang pas-pasan membuatnya tidak memiliki kualitas bagus dibanding calon lainnya.

Sebelumnya, salah satu calon Ketua Umum Golkar, Priyo Budi Santoso, meminta Aburizal untuk tidak kembali maju. Menurut Priyo, tidak ada sejarah Golkar dipimpin oleh orang yang sama berturut-turut. "Namun kalau ia didukung kader daerah untuk maju, hal itu perlu dihormati.[tmp/ian]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...