22 January 2019

Inalum dan Beban Bunga Pinjaman USD 4 miliar, Miris?

KONFRONTASI- PT Freeport Indonesia yang baru diperpanjang masa operasionalnya tidak akan memberikan deviden untuk PT Inalum (Persero) yang memiliki saham mayoritas perusahaan tambang itu. Menurut Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, hal ini akibat   produksi PTFI menurun karena perpindahan dari tambang terbuka (open pit) ke tambang di bawah tanah (underground). “Sudah dihitung, bottom line kita nggak pakai dividen dua tahun, 2021 mulai ada sedikit (keuntungan),” kata Budi di Jakarta, Rabu (9/1).

Para analis dan kalangan civil society yang perduli Freeport bertanya: Kalau tahu begitu , kenapa tidak PT Inalum melakukan divestasi PI Rio Tinto dan Indocooper Investama dilakukan pada tahun 2021 ?  , sehingga kita tidak terlalu berat menanggung beban bunga pinjaman USD 4 miliar sejak awal tahun 2019.

Kenapa harus buru buru diselesaikan pada akhir 2018 ?

Sementara potensi PTFI baru akan memeroleh laba 51% dari  USD 2 miliar pada tahun 2022 itupun masih berupa proyeksi dengan asumsi harga emas , tembaga dan perak harganya bagus pada tajun 2022 dan aktifitas  menambang dibawah tanah berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan bencana konstruksi , sehingga asumsi asumsi itu masih besar potensinya berubah alias deviden juga belum bisa dijamin dinikmati semuanya , selain harus menambah investasi bawah tanah sd tahun 2025 sebesar USD 10 miliar , dan harusmenyiapkan dana USD 3  miliar untuk bangun smelter dan pembangkit listrik.

Sehingga menjadi tanda tanya besar mengapa Menteri ESDM belum membuka kepublik apa maksud isi surat Menteri Pertambangan dan Energi IB Sujana tahun 1996 yang ditujukan kepada Freeport Mc Moran soal persetujuan PI Rio Tinto ?

Begitu juga mengapa sampai sekarang Menteri Keuangan Sri Mulyani belum membuka apa isi dan maksud surat Menkeu Ma`rie Muhammad pada April 2019 yang ikut menegaskan surat IB Sujana yang terlebih awal terbit soal posisi PI Rio Tinto di Freeport Mac Moran. Banyak pihak menyesalkan langkah pemerintah membeli saham Freeport itu.(ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...