21 February 2020

Ichlasul Amal: Tujuan Akhir Reformasi Belum Sepenuhnya Tercapai

KONFRONTASI-Pengamat politik Universitas Gadjah Mada Ichlasul Amal berharap Kepemimpinan mendatang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik sebagaimana cita-cita reformasi .

"Selama ini tujuan akhir reformasi belum sepenuhnya tercapai. Pada awalnya tujuan reformasi pada 1998 cukup beragam, mulai dari menurunkan Presiden Soeharto, pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme, revolusi hingga menentang militer," katanya di Yogyakarta, Selasa (20/5).

Namun, kata dia pada diskusi "Peringatan 16 Tahun Reformasi", tujuan akhirnya belum ada. Reformasi dan demokrasi yang berjalan saat ini belum ada tujuan akhirnya.

"Seiring lahirnya reformasi, demokrasi, dan desentralisasi, tindak pidana korupsi banyak terjadi di daerah. Untuk itu peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu ditingkatkan lagi," katanya.

Menurut dia, konsep demokrasi yang sedang berlangsung saat ini khususnya yang menyangkut hubungan antara eksekutif dan legislatif masih belum seimbang.

"Saya rasa harus seimbang antara eksekutif dan legislatif. Kalau legislatifnya yang lebih kuat, korupsi masih akan banyak terjadi," kata mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Ia mengatakan dengan kondisi tersebut masyarakat masih harus bersabar untuk bisa merasakan "buah" dari reformasi.

"Namun, langkah-langkah menuju perbaikan saat ini sudah mulai terlihat dan dirasakan hasilnya seperti hadirnya KPK, kebebasan berpendapat, militer yang tidak lagi sewenang-wenang, dan perbaikan sistem keuangan negara," katanya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...