19 November 2019

Hoax Masih Masif, Pemerintah Masih Akan Blokir Internet di Papua

Konfrontasi - Pemblokiran data internet yang dilakukan pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Papua dan Papua Barat masih akan terus berlanjut. 

Pemblokiran layanan data internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.

Menurut Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait pada Jumat (23/8/2019) pukul 16.00, masih disimpulkan bahwa persebaran informasi hoaks di internet masih tinggi.

"Pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis masih tinggi," ujar Ferdinandus saat ditemui di kantor Kemenkominfo, di Jakarta.

Setidaknya 33 konten dan total 849 url informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua yang telah diidentifikasi, divalidasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/8) siang.

Ke-33 konten serta 849 url konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube.

"Sampai hari ini, meskipun dari jumlah (konten) terkesan tidak banyak, tapi sebarannya itu masif," tandasnya. (snd/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...