18 July 2019

Hariman Siregar: Real Count Harus Dipercepat untuk Selamatkan Demokrasi, Bangsa dan Negara

KONFRONTASI- Menghadapi situasi-kondisi yang stagnan (mandeg) pasca coblosan pemilu 17 April 2019 ini, Tokoh Malari dr Hariman Siregar menyarankan agar Real Count musti dipercepat untuk menyelamatkan demokrasi, bangsa dan negara kita. 

''Bagaimanapun, Real Count jauh lebih ditunggu publik sehingga perlu dipercepat oleh KPU secara jujur, adil dan bersih,'' kata Hariman. Apalagi, baik kubu Jokowi maupun Prabowo masing-masing memiliki  data formulir C1.

''Dengan Real Count yang dipercepat untuk dituntaskan, maka siapa yang bohong harus segera di-expose, diungkap supaya bangsa dan demokrasi kita bisa  selamat.  Kita musti ingatkan, para elite dan politisi  jangan hanya mengejar interest (kepentingan)  pribadi/ kelompok yang biayanya (cost-nya) sangat mahal dan korbannya justru rakyat /masyarakat luas,'' kata Hariman Siregar, Mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI dalam diskusi informal dengan para jurnalis, aktivis dan peneliti di Jakarta Kamis malam (18/4).Menurutnya, makin lama proses Real Count dilakukan, maka makin lama masyarakat menunggu dan itu mengkhawatirkan, riskan dan rentan bagi  keselamatan demokrasi dan  bangsa kita.

Real Count sangat substantif ketimbang Quick Count di televisi yang amat mengecewakan, meresahkan dan kontroversial. Sejauh ini, para analis dan aktivis mengingatkan bahwa kontroversi hasil Quick Count enam lembaga survei yang ditayangkan hampir semua stasiun televisi di Indonesia tidak hanya menimbulkan kekecewaan dan  keresahan di masyarakat, tapi juga mengundang timbulnya konflik horizontal.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...