8 December 2019

Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak Hakim

KONFRONTASI-Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Elfian memutuskan menolak seluruh permohonan gugatan prapradilan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

"Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya," kata Elfian saat membacakan putusan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Dalam prapradilan itu, Imam menggugat penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akan tetapi hakim menilai proses penetapan tersangka, penyidikan dan penahanan yang dilakukan KPK sudah sesuai prosedur.

"Menimbang bahwa putusan MK tahun 2014, praperadilan telah diperluas, penetapan tersangka, penggeledahan, merupakan objek praperadilan. Yang menjadi termohon merupakan KPK yang berada di Jakarta Selatan, maka PN Jakarta Selatan berwenang. Maka, hakim mempunyai kewenangan untuk memeriksa perkara ini," kata Elfian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Imam Nahrawi ditangkap KPK karena diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp26,5 miliar terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI tahun anggaran 2018.

Uang tersebut disinyalir diterima Imam dalam dua kali tahapan. Imam menerima uang pada medio 2014-2018 melalui Miftahul Ulum senilai Rp14,7 miliar dan kedua pada kisaran tahun 2016-2018 sejumlah Rp11,8 miliar.

Penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum merupakan pengembangan perkara terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah pemerintah untuk KONI lewat Kemenpora.

Sidang lanjutan praperadilan Imam Nahrawi tersebut pun akan dilanjutkan pada besok, Selasa 5 November 2019 dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak KPK.[mr/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...