26 May 2018

Geng Solo dan Tim Transisi Dinilai Kampungan

KONFRONTASI- Para aktivis dan peneliti independen menyesalkan sikap Geng Solo Jokowi dan Tim Transisi Jokowi-JK yang memaksa Jokowi menolak teknokrat senior Rizal Ramli sebagai Menko Ekuin dalam Kabinet Jokowi nanti. ''Meminjam kata-kata  Ahok, Geng Solo dan Tim Transisi itu terlalu liberal dan ''kayak ulah bajingan'' karena membuat kabinet Jokowi berwajah Neoliberal dan Anti-Revolusi Mental. Dan itu jelas bertentangan diametral  dengan agenda Jokowi sendiri dalam kampanye Pilpres kemarin,'' kata aktivis dan peneliti  Muhamad Nabil, Fathor Rasi MA dan Reinhard MSc yang selama ini merindukan ekonomi konstitusi (Trisakti Soekarno) yang jelas anti-neolib.

''Geng Solo pimpinan Hartoko lulusan ITB dan Tim Transisi dicurigai bermain dengan Mafia dan menyusupkan mazhab Neoliberalisme ke lingkaran Jokowi, menjual republik dengan menaikkan harga BBM dan privatisasi dan menjual aset bangsa lainnya, ucap Nabil, Fathor dan Reinhard, aktivis LSM Bung Karno Institute.

Menurut ketiga aktivis yang juga peneliti itu, Rizal Ramli adalah teknokrat garis tengah yang mengusung Trisakti Soekarno dan ekonomi konstitusi yang paling kredibel dan berintegritas..

Dengan penuh kesadaran, mantan Menko Ekuin Rizal Ramli PhD mengingatkan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi  agar cermat, teliti dan hati-hati dalam memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, disinyalir ada yang menjebak Jokowi dengan persoalan BBM ini.

Rizal Ramli mengatakan, Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) 2015 yang disusun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Keuangan, Chatib Bisri banyak 'jebakan batman'.

"Jadi kalau Jokowi jadi presiden tidak membongkar APBN 2015 yang dirancang era SBY, dia tidak bisa apa-apa hanya menjalankan saja, jebakan batman," kata Rizal di Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Ia melanjutkan, jebakan batman kepada Jokowi juga bisa saja dilakukan oleh orang-orang Jokowi sendiri yang mendorong supaya berani menaikkan harga BBM. (Kh)

Category: 
Loading...