6 December 2019

FPI akan Rebut Paksa Balaikota dari Ahok

KONFRONTASI - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab kembali menegaskan Ahok sapaan  Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  sudah tidak pantas lagi menjabat gubernur karena pernyataannya yang tidak beretika selama ini.

"Ahok sudah tidak dapat dibiarkan lagi memimpin DKI," ujar Habib Rizieq dalam orasinya di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebin Sirih, Jakarta, Senin (1/6).

Ia menegaskan, DPRD harus segera menindaklanjuti laporan hak angket yang menyebutkan jika Ahok telah menyalahi undang-undang dan tidak beretika. DPRD harus segera melayangkan Hak menyatakan Pendapat (HMP) dan rapat paripurna untuk melengserkan Ahok.

"Sidang paripurna harus tetap digelar karena sesuai undang-undang laporan hak angket harus ditindaklanjuti. DPRD harus menjadi pembela rakyat bukannya menjadi jongos partai," tutur Habib Rizieq.

Apabila DPRD tidak mau dan mampu melengserkan Ahok, Rizieq mengatakan pihaknya akan merebut balaikota dengan cara kasar. Apalagi ditambah unjuk rasa damai yang dilakukan selama ini tidak ditanggapi.

"Jika tidak didengar, sekarang kita pulang rame-rame, kita asah golok, kita ambil alih balaikota, kita sudah cukup sabar selama ini," ungkapnya,

Sebelumnya, pada Senin siang (1/6) lebih dari seratus orang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Jakarta melakukan unjukrasa untuk kesekian kalinya di depan DPRD DKI. Mereka yang berasal dari sejumlah Ormas seperti FPI, FBR, dan FUI tersebut memenuhi jalan Kebon Sirih menuntut Ahok lengser dari jabatannya.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...