23 November 2017

Felix Siauw : Orang Yang Biasa Berkata Kasar Dan Kotor, Linangan Air Mata (Ahok) Tak Ada Harganya

KONFRONTASI-Ustadz muda yang identik memakai kemeja batik, Felix Siauw, ikut berkomentar dengan sidang perdana kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki T Purnama. Pada saat sidang kemarin Ahok sempat menangis saat membacakan nota keberatan.

Walau tidak secara langsung menyebutkan nama namun Sindiran Ustadz felix Siauw jelas di tujukan kepada ahok yang seolah terdzolimi saat persidangan kemarin dengan cucuran air mata.

Berikut tulisan lengkap ustadz felix siauw yang di lansir dari situs islamedia.

Seseorang yang terbiasa berbohong, maka dia tidak akan dipercaya walaupun dia berkata benar, sebab orang khawatir takkan bisa membedakan mana yang sungguh mana yang bohong.

Dia yang terbiasa kasar, kotor, melaknat dan meleceh, maka linang airmatanya takkan ada harganya, sebab perilaku tercelanya sudah melekat dan terkenal melebihi apapun.

Pongah dirinya, menuding mereka yang meratapi puing reruntuhan rumahnya sebagai ‘mereka yang tak tahu diri’, airmata para korban penggusuran dianggap lelucon, itu yang diingat.

Jumawa dirinya, saat membentak-bentak dan menyalah-nyalahkan orang lain, merasa keimanannya yang paling hebat, surga dijamin baginya, melawan Tuhan! itu yang diingat.

Angkuh dirinya, merasa paling bhinneka, merasa paling NKRI, merasa paling pancasilais, melempar kata kotor pada semua yang dianggap lawannya, itu yang diingat.

Dan jangan lupa airmata-airmata yang tertumpah, karena merasa tak berdaya, tak memiliki apa-apa lagi, itulah airmata yang kami ingat, bukan airmata sandiwara.

Memang bukan tugas kita menelisik niatan orang menangis, sebab itulah penista agama tetap harus dihukum, tetap dijalankan haknya mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya.

Bila dulu Umar bin Khaththab menangis ketika diberikan kekuasaan sebagai Khalifah, maka sekarang mereka menangis untuk dapatkan dukungan agar bisa berkuasa.

Dan bagi kita semua, ambillah suatu pelajaran. Bahwasanya ada makhluk-makhluk yang RELA berbuat apapun, walau bertentangan dengan tabiat alaminya, untuk mendapat KEKUASAAN semu. [BI]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...