31 March 2020

Dukung Pengunduran Diri Bambang, KPK Diminta Fokus Tuntaskan Kasus Korupsi

KONFRONTASI - Barisan Aksi Mahasiswa Berangus Korupsi menyatakan dukungan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca-ditetapkannya Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri). Mahasiwa tersebut mengharapkan KPK dapat tetap berdiri dan fokus memberantas korupsi tanpa terpengaruh kasus BW.

Menurut koordinator aksi, Ichya Halimudin, keputusan Bambang Widjojanto mundur dan fokus menghadapi kasus hukumnya di Bareskrim Polri adalah tepat. Para mahasiswa ini enggan berspekulasi apa agenda di balik penetapan BW. Mereka hanya ingin kasus ini dibuktikan di pengadilan.

"Kami mendukung BW untuk mundur sehingga tidak menyeret-nyeret lagi komisioner yang masih kredibel serta lembaga negara dalam pusaran konflik yang berkepanjangan demi menyelamatkan KPK dan menyelamatkan Polri untuk Indonesia Hebat," katanya saat menggelar aksi demonstrasi di depan ‎Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2014).

Tidak hanya mengkritisi Bambang Widjojanto. Para mahasiswa juga meminta Ketua KPK, Abraham Samad agar secara tegas mengklarifikasi tudingan-tudingan negatif yang dilontarkan sejumlah pihak kepadanya. Terkait tuduhan soal pertemuannya dengan elit PDIP untuk lobi-lobi politik calon Wakil Presiden dan foto mesum lelaki mirip Abraham Samad bersama wanita mirip Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Wirayanti.

"Karena itu, kami juga mendesak Dewan Etik KPK, pengawas internal KPK, Bareskrim Polri dan DPR RI untuk memanggil Abraham Samad guna diperiksa dan menjelaskan terkait pertemuannya dengan elit PDIP dan foto mesum yang terindikasi sebagai gratifikasi seksual untuk melindungi koruptor," ucap Ichya dalam orasinya.

Mereka juga meminta Abraham Samad untuk menepati janjinya mundur dari Ketua KPK dan pulang kampung karena diduga menggunakan KPK sebagai alat politik.

“Kepada DPR RI untuk segera memanggil pimpinan KPK guna menjelaskan secara terbuka perihal kegaduhan dan dagelan hukum yang terjadi sehingga meresahkan masyarakat. Sedangkan Abraham Samad lebih baik pulang kampung karena ketidakmampuannya dalam menyelesaikan kasus-kasus besar seperti BLBI, Century dan lain-lain," imbuhnya.

Dalam aksinya, para mahasiswa juga menyerahkan miniatur pesawat dan sapu lidi ke KPK. Menurut Ichya, miniatur pesawat berwarna merah dan putih diberikan sebagai simbol permintaan agar Abraham Samad dapat segera pulang kampung apabila ternyata gagal menuntaskan kasus-kasus besar dan terbukti melanggar kode etik sebagai pimpinan KPK.

"Sedangkan sapu lidi kami serahkan agar KPK dapat melakukan pembersihan dari pimpinan yang terbukti bermasalah baik secara hukum maupun secara etika," tuntasnya.[okz/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...