7 December 2019

Dugaan Korupsi TGB terakit PT Newmont Musti Dituntaskan KPK

KONFRONTASI- Bau sangit korupsi divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara  di media dan ruang publik makin memperlihatkan sisi gelap penjatahan saham tambang buat daerah. Melenceng dari tujuan memakmurkan rakyat, saham daerah justru diperjualbelikan secara tidak transparan. Duit hasil penjualan saham diduga menjadi bancakan pejabat daerah, sementara masyarakat setempat hanya bisa gigit jari.

Indikasi itu cukup kentara dalam kasus divestasi saham PT Newmont pada 2009 yang tengah diusut KPK. ''KPK musti tuntaskan kasus  dugaan korupsi TGB terakit NewMont itu,'' kata para aktivis GMNI, IMM  dan HMI dalam suatu diskusi mahasiswa.

Pertemuan TGB-Firli Dalam Proses Telaah KPK

Direktorat Pengawasan Internal KPK tengah menelaah pertemuan antara Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dengan seorang penyidik bernama Birgjend Firli


"Proses itu telaah, jadi pemberitaan. Saya sudah cek ke Direktorat Pengawasan Internal tentu dilakukan proses telaah," ujar Jurubicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (19/9).

TGB dan Firli kedapatan bermain tenis di tengah proses penyelidikan terhadap kasus divestasi saham PT Newmont di Lombok, NTB.

KPK dikabarkan telah memeriksa TGB di rumah dinasnya pada pertengahan Mei 2018 lalu.

Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) diduga turut dilibatkan KPK dalam pemeriksaan tersebut.

Usut punya usut, KPK menemukan dugaan aliran dana dari PT Recapital Asset Management ke rekening Bank Syariah Mandiri milik TGB senilai Rp 1,15 miliar pada 2010.

KPK mensinyalir uang itu berkaitan dengan pembelian 24 persen saham hasil divestasi Newmont oleh PT Multi Daerah Bersaing pada November 2009 silam.[wid]

 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...