20 November 2019

Ditolak FPI Jadi Gubernur, Ini Reaksi Ahok

KONFRONTASI - Ahok sapaan Basuki Tjahaja Purnama santai menanggapi aksi penolakan Front Pembela Islam (FPI) terkait pengankatan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo.

FPI melakukan aksi unjuk rasa penolakan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta ke gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).

Namun, aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 500 orang tersebut tidak membuat gentar Basuki.

Justru Ahok, sapaan akrab Basuki, tetap merasa tenang dan santai menghadapi aksi demo FPI tersebut. Sebab, mantan Bupati Belitung Timur ini meyakini aksi unjuk rasa FPI tidak bisa menyingkirkan dia untuk dijadikan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Mereka cuma demo kan. Saya sih enggak apa-apa. Itu hak semua orang kan. Tapi mereka enggak bisa menggeruduk saya,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (24/9).

Ahok yakin keberadaan dirinya yang segera dilantik menjadi Gubernur DKI sudah berdasarkan Konstitusi atau undang-undang. Karena itu, FPI tidak bisa mengubah semuanya itu hanya dengan demo saja.

“Saya kan terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI karena undang-undang. Begitu juga naik menjadi Gubernur DKI, otomotis karena undang-undang. Jadi enggak bisa diubah begitu saja,” ujarnya.

Kendati demikian, mantan anggota DPR RI ini tidak melarang FPI melakukan demo. Asalkan, aksi demo mereka dilakukan sesuai prosedur hukum yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia.

"Kalau mau demo, yang penting sudah ajukan surat ke polisi, ya boleh demo," tuturnya.

Dia pun mengingatkan FPI dalam menyampaikan aspirasinya dalam demo nanti, mereka tidak menyinggung soal ras dan agama. Kalau menyinggung dua hal tersebut, ada undang-undang yang mengatur sanksi bagi yang melanggar aturan itu.

“Itu ada UU. Kalau mereka bicara mengancam masalah agama atau ras, itu bisa dipidanakan. Kita tunggu saja. Ada bukti soal ras dan agama, kita enggak beri ampun,” tegas Ahok.

Saat ini, massa FPI sebagian sudah berada di depan gedung DPRD DKI Jakarta. Sebagian besar lagi masih di kawasan Cideng, Jakarta Pusat. Di sana mereka masih merapatkan barisan menuju DPRD DKI yang akan dilakukan long march (berjalan kaki).

Aksi protes FPI menyatakan tiga hal. Pertama, DPD FPI DKI Jakarta menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kedua, DPD FPI DKI Jakarta menyerukan agar Kementerian Dalam Negeri dan DPRD DKI Jakarta tidak melantik Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ketiga, DPD FPI DKI Jakarta menyerukan pemilihan Gubernur baru melalui DPRD DKI Jakarta atau referendum rakyat Jakarta untuk menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.[ian/bs]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...