18 November 2019

Disnakersos Lebak Selamatkan 210 Anak Putus Sekolah

Konfrontasi - Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Lebak, Banten, menyelamatkan sebanyak 210 anak putus sekolah dari keluarga tidak mampu kembali bersekolah pada jenjang pendidikan SD dan SMP.

"Semua anak-anak yang mengenyam pendidikan itu atas bantuan anggaran Pemerintah Pusat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Lebak, Maman SP di Lebak, Selasa (15/12).

Pemerintah daerah sangat komitmen terhadap pendidikan sehingga anak-anak dari keluarga miskin bisa bersekolah.

Bahkan, pemerintah daerah juga membebaskan semua biaya pendidikan bagi anak-anak keluarga miskin.

Karena itu, pihaknya berharap 210 anak-anak warga Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Warunggunung, dan Cikulur dapat melanjutkan pendidikan hingga tamat.

"Kami menargetkan siswa miskin itu bisa mengenyam pendidikan selama 12 tahun," katanya.

Menurut dia, dari 210 siswa tersebut dengan melibatkan sebanyak 21 pendamping setempat mulai pendataan hingga mendaftarkan ke sekolah bersangkutan.

Namun, lokasi sekolah itu tidak jauh dari tempat tinggal anak.

Para pendamping itu cukup membantu untuk menyelamatkan anak-anak yang putus sekolah dengan mendatangi orang tua anak agar mau bersekolah.

"Kami berharap para pendamping itu terus memberikan motivasi pada anak agar bisa menamatkan pendidikan 12 tahun," katanya.

Menurut dia, penyebab anak-anak putus sekolah di Kabupaten Lebak dilatarbelakangi berbagai faktor antara lain faktor lilitan kemiskinan sehingga orang tua tidak mampu membiayai pendidikan.

Selain itu juga faktor budaya di masyarakat yang menyebabkan anak-anak enggan bersekolah.

Faktor lainnya, kata dia, pelayanan pendidikan kurang maksimal akibat tofografi perbukitan dan pegunungan dengan kondisi infrastruktur buruk.

Karena itu, pihaknya mendorong anak-anak dari keluarga miskin agar bersekolah hingga mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

"Bila perlu anak-anak keluarga miskin bisa kuliah di perguruan tinggi," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Rohman, warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa lega setelah kembali menerima pendidikan dijenjang SMP setelah dua tahun lalu berhenti lantaran tidak mampu biaya itu.

"Kami berharap bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang SLTA," katanya.

Berdasarkan pemantauan, anak-anak usia SD-SMP di Kabupaten Lebak banyak yang putus sekolah dan membantu ekonomi keluarga dengan menjadi penyemir sepatu, asisten rumah tangga, buruh bangunan, pemetik bunga cengkeh, penggembala, pedagang dan penjual plastik kresek.

"Kami ingin bersekolah lagi, namun biaya tidak ada," kata Egi (12) penjual plastik kresek di Pasar Rangkasbitung juga Nina (15), seorang pemetik bunga cengkeh warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...