16 September 2019

Dipanggil KPAI, Penerbit Buku Pelajaran LGBT Tak Kooperatif

Konfrontasi - Beredarnya lagi buku pelajaran yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bertindak.

KPAI pun memanggil penerbit buku pelajaran berjudul ‘Balita Langsung Lancar Membaca dengan metode BSB (Bermain Sambil Belajar)’.

Dalam hasil penelusuran KPAI, Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

Ketua KPAI Susanto menyatakan, kehadiran buku tersebut jelas mereasahkan orangtua.

“KPAI tidak hanya memantau, tapi terus mencari, jangan-jangan ada buku lain yang mempunyai sasaran yang sama dalam konten yang berbeda,” katanya di Kantor KPAI, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

KPAI menyampaikan sejatinya telah mengundang pihak Pustaka Widyatama untuk hadir. Sayangnya, undangan itu tidak ditanggapi dengan baik.

“Buktinya, pihak Pustaka Widyatama tidak datang dan tanpa konfirmasi. KPAI akan tetap memanggil kembali mengingat buku ini menjadi kontroversi dan meresahkan orang tua,” ujar Susanto.

Pihak KPAI akan meminta pihak penerbit mengklarifikasi isi buku yang dianggap tidak pantas tersebut.

Hal ini terlihat dari kalimat-kalimat yang ditampilkan dari dalam isi buku yang di duga memuat konten LGBT atau secara berani mengkampanyekannya.

KPAI telah mendesak penerbit agar segera merevisi buku tersebut.

“Kami juga sudah meminta bukti dari sampel revisi yang sudah dicetak dan direvisi. Termasuk menarik buku yang ada di pasaran dan segera diganti dengan yang baru,” tegas Susanto.

IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), lanjut Susanto, juga didorong agar mau menegur para penerbit yang menjadi anggota, ketika buku terbitnya terindikasi mengandung unsur kekerasan, pornografi dan radikalisasi.

Dia lantas menegaskan agar IKAPI diberikan sanksi jika terlibat dalam penerbitan buku yang isinya tak sesuai dengan nilai keadaban.

“Jika diperlukan kami juga akan mengundang berkoordinasi dengan IKAPI ada semacam koridor baru terkait buku-buku seperti ini siapa pun penerbit nya. Terutama anggota IKAPI harus diberikan punishment,” pungkasnya. (pjk1/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 15 Sep 2019 - 19:46
Minggu, 15 Sep 2019 - 19:38
Minggu, 15 Sep 2019 - 19:14
Minggu, 15 Sep 2019 - 18:19
Minggu, 15 Sep 2019 - 18:12
Minggu, 15 Sep 2019 - 18:06
Minggu, 15 Sep 2019 - 18:06
Minggu, 15 Sep 2019 - 17:54
Minggu, 15 Sep 2019 - 17:45
Minggu, 15 Sep 2019 - 17:41
Minggu, 15 Sep 2019 - 15:10
Minggu, 15 Sep 2019 - 14:41