19 March 2019

Dihujat dan Difitnah, Prabowo Tabah. Dijadikan Tumbal Isu HAM, Prabowo Ikhlas. Allah SWT Limpahkan Berkah dan Kemenangan baginya 2019

KONFRONTASI -  ''Prabowo menyerahkan semua hujatan dan fitnah terhadap dirinya,  kepada  Yang Maha Pencipta Allah SWT, maka percayalah, Tuhan akan memberinya berkah, pahala dan kemenangan pada pilpres 2019. Prabowo harus amanah dan rendah hati di hadapan rakyat, melayani rakyat agar bangkit ke depan. Allahu Akbar,'' kata Bennie Akbar Fatah, aktivis senior Gerakan 1998,  eksponen KAPPI 1966  dan mantan pimpinan KPU 1999. Bennie Fatah  dipenjara Orba dua tahun terlibat demo  aksi Malari 1974 yang dipimpin tokoh mahasiswa UI Hariman Siregar.. Prabowo memaafkan hujatan dan fitnah pada dirinya karena dia mencintai bangsa ini. ''Prabowo sangat pemaaf,'' imbuh Bennie Fatah.

Sedangkan Mantan Pandagdam Jaya dan Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI (Pur) Johannes Suryo Prabowo mengatakan, Prabowo Subianto telah menjadi korban fitnah para jenderal dan atasannya terkait dugaan pelanggaran HAM.‬

Hasil gambar untuk Prabowo SBY di rumah SBY

 

‪Para jenderal itu dinilai hanya ingin mencari muka dengan mengeluarkan surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) untuk Prabowo.

“Mereka buat DKP itu biar dibilang reformis. Agar di depan massa, mahasiswa dan lainnya bisa bilang ‘ini lho antek-anteknya Pak Harto’. Kepada Habibie, mereka ngaku reformis,” katanya.

Menurutnya, dari segi pembuatan saja, surat DKP tersebut banyak menyalahi aturan. Salah satunya mengenai syarat anggota yang masuk dalam DKP. Setidaknya terdapat tiga anggota yang pangkatnya lebih tinggi dari terperiksa. Syukur-syukur ada atasannya langsung atau yang pernah menjadi atasannya langsung.‬

Hasil gambar untuk Prabowo SBY di rumah SBY

‪"Dalam kasus DKP Prabowo itu tidak begitu. Hanya satu yang pangkatnya lebih tinggi dari Prabowo waktu itu,” terangnya.

Sedangkan dari segi isi, lanjutnya, surat DKP itu terbilang norak dan aneh. Sebab, beberapa alasan pemberhentian Prabowo lebih bersifat curhatan ketimbang fokus pada masalah yang sedang diselidiki.

‪Ia meyakini, bocornya surat DKP beberapa waktu lalu dilatarbelakangi oleh motif politik para mantan jenderal yang mendukung Jokowi. Lebih dari itu, alasan seperti iri dan dengki bisa saja menjadi sala satu faktor pendorong.

"‪Jadi militer kalah jago, pensiun lalu jadi pengusaha kalah kaya, jadi politisi kalah beken, jadi calon presiden kalah keren,” tegas Johannes.‬

‪Ia mengaku merasa sedih, malu, dan tidak nyaman mengungkapkan masalah itu. Hanya saja, karena melihat para jenderal pendukung Jokowi keterlaluan, maka ia terpaksa melakukannya.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/06/19/n7eryv-prabowo...

Kenapa wiranto tak bicara soal situasi negara saat itu yg sedang krisis dan dilanda aksi terror para aktivis kiri?, pencidukan skrg istilahnya penculikan itu kan pemicunya adalah bom yg meledak di rusun tanah tinggi (markas PRD), orang yg diciduk itu namanya ada dlm dokumen yg disita dr markas PRD, mustahil kalo gak ada koordinasi ditubuh ABRI, jelas sekali waktu itu para aktivis itu kena UU subversif

Hasil gambar untuk Prabowo glenny

Kesaksian Pius sbg korban penculikan


Pada April 1999, Tim Mawar diadili oleh Mahkamah Militer. Saya menolak memberikan kesaksian karena saya yakin yang harus diseret ke pengadilan untuk dimintai pertanggungjawaban adalah Soeharto, sebagai Panglima tertinggi ABRI. Saya menganggap Tim Mawar hanyalah eksekutor di lapangan. Dari data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa penculikan didukung dan dikoordinasikan oleh berbagai instansi dalam tubuh ABRI: Kepolisian, Komando Teritorial (Mabes, Kodam, Korem, Kodim, hingga Koramil), serta aparat intelijen (Bakin, BIA). Jadi, penculikan adalah produk dari kebijakan politik rezim Soeharto.

Prabowo yang saat itu menjadi Panglima Kostrad menyatakan mengambilalih semua tanggung jawab. Mungkin sepanjang sejarah TNI, hanya Prabowo, seorang jenderal bintang tiga, yang berani memikul tanggung jawab komando. Jenderal lain biasanya memilih lepas tanggung jawab dan membebankan kesalahan pada bawahan atas nama kesalahan prosedur. Lewat keputusan Dewan Kehormatan Perwira, Prabowo pun dibebastugaskan. Tidak lama kemudian, Prabowo memilih untuk mengasingkan diri ke Yordania.

Hasil gambar untuk Prabowo bu sinta gus dur

Setelah Tim Mawar menjalani hukuman atas penculikan sembilan orang aktivis, Bambang Kristiono, sang komandan, mengambil inisiatif untuk bertemu dengan saya. Dalam pertemuan tersebut, Bambang menyampaikan permintaan maafnya. “Saya melakukan hal tersebut karena tugas,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Kristiono juga menyatakan bahwa dia dan timnya tidak membunuh aktivis yang belum kembali. Saya ingat kata-katanya: “Pius, lihat mata saya. Saya tidak berbohong. Demi Allah, saya tidak membunuh mereka”. Jika bukan Tim Mawar, lalu siapa? Terhadap pertanyaan ini sampai sekarang tidak ada jawabannya.

Setelah pertemuan itu, kami kemudian bertemu kembali. Kali ini masing-masing membawa istri. Dalam kesempatan itu, BK kembali menyatakan permohonan maafnya atas nama keluarga. Saya dan istri menerima permohonan maafnya. Kami semua adalah korban; korban dari sebuah sistem yang otoriter.

Hasil gambar untuk Prabowo glenny

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...o-Subianto/1/2

Saya dan Prabowo sekarang berdiri pada titik yang sama dalam setting politik yang sama sekali berbeda dengan 10 tahun yang lalu. Saya telah membayar keyakinan saya meskipun dengan risiko mati. Sejarah membuktikan pada akhirnya keyakinan saya yang menang. Prabowo pun telah membayar kesalahannya dengan kehilangan jabatan strategis sebagai Pangkostrad dan cita-citanya untuk memperoleh posisi tertinggi dalam karier militernya.

Saya tetap dengan keyakinan saya, sama seperti dulu. Ketika saya memilih menjadi aktivis dan matang, saya berkeyakinan bahwa Soeharto adalah penghalang bagi demokratisasi. Ketika Soeharto lengser, seluruh tatanan Orba pun runtuh, ibarati kartu domino. Kasus penghilangan orang adalah sebuah kejahatan rezim (Soeharto) bukan tindakan koboi para petinggi militer. Jika ada yang salah, maka yang salah adalah doktrin. Kesalahan doktrin adalah kesalahan institusi. Kalaupun Prabowo harus dihukum, dia telah menjalani hukuman itu.

Terus terang saya sekarang mengagumi mantan musuh saya. Setelah kalah dan dikorbankan, Prabowo memilih mengasingkan diri keluar negeri. Dia sempat menjadi kambing hitam dari berbagai kerusuhan dan aksi teror. Tapi sejarah membuktikan bahwa dia tidak terlibat. Dia kembali dari pengasingannya dan memulai dari bawah lagi sebagai pengusaha dan memimpin sejumlah ormas. Saya pikir Prabowo sudah menunjukkan karakter kepemimpinannya yang tak mudah menyerah. Kecintaannya yang begitu besar terhadap Tanah Air yang memanggilnya untuk kembali berkiprah.

Hasil gambar untuk Prabowo glenny

''Prabowo menyerahkan semua hujatan dan fitnah terhadap dirinya,  kepada  Yang Maha Pencipta Allah SWT, maka percayalah, Tuhan akan memberinya berkah, pahala dan kemenangan pada pilpres 2019. Prabowo harus amanah dan rendah hati di hadapan rakyat, melayani rakyat agar bangkit ke depan,'' kata Bennie Akbar Fatah, aktivis senior Gerakan 1998,  eksponen KAPPI 1966  dan mantan pimpinan KPU 1999.(KF/sumber2)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...