24 August 2019

Diam-diam Chat WA Jokowi, Rizal Ramli Sampaikan Isu ada Menteri yang Dilobi soal ekspor Batubara

KONFRONTASI- Walaupun oposisi, ternyata Rizal Ramli diam-diam jalin komunikasi dengan Jokowi via WhatsApp. Adalah Rizal Ramli (RR), tokoh nasional yang mampu menjadi mata hati bagi kubu Prabowo maupun Jokowi karena dia berdiri di atas semua golongan setelah pilpres usai. Baginya, NKRI dan bangsa  ini harus dijaga sesuai pesan Soekarno-Hatta dan para founding fathers dan kepentingan bangsa di atas segalanya. Maka dia sangat kritis kepada siapapun penguasa yang keliru atau merugikan rakyat, pasti dikoreksinya, dikritiknya.

 

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli blak-blakan mengungkapkan kebiasaannya yang tak banyak orang tahu.

Meski berada pada pihak oposisi, Rizal Ramli mengaku dahulu beberapa kali mengirim pesan WhatsApp langsung ke Presiden Jokowi kalau ada hal penting yang menurutnya perlu dibicarakan.

"Walaupun saya oposisi, kalau yang penting-penting banget saya dulu WA langsung sama Pak Jokowi, sampai tahun lalu," kata Rizal Ramli di Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (9/7/2019).

Salah satu masalah yang pernah ia sampaikan ke Jokowi adalah tentang menteri yang diam-diam dibujuk, supaya mengekspor batu bara.

"Ada menteri yang dilobi supaya batu bara diekspor semua karena harga batu bara internasional mahal," beber Rizal Ramli.

Dirinya mengatakan, pesan tersebut ia kirim ke Jokowi pada malam hari menjelang rapat kabinet di keesokan paginya.

Rizal Ramli menjelaskan risiko besar jika sang menteri berhasil dilobi dan menuruti permintaan untuk mengekspor batu bara.

"Ini bahaya banget. Kalau ini dilakukan, pengusaha batu bara senang banget, tapi PLN bakal bangkrut dalam tiga bulan, we are in the big trouble," tuturnya.

"Jadi kalau sudah membahayakan negara, itu posisi kami, kami kasih ingat di belakang layar. Kalau enggak ya kita kritik-kritiklah supaya positif," tambah Rizal Ramli soal porsi oposisi.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...