21 August 2019

Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

KONFRONTASI -  Anggota Dewan Pers Hendry Chairudun menyatakan bahwa tabloid Indonesia Barokah tidak masuk kategori produk jurnalistik. Karena ada beberapa hal yang dilanggar media tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Iya betul, tidak ada badan hukumnya, pimpinannya tidak memiliki sertifikat kompetensi dan produknya beberapa melanggar kode etik karena opini menghakimi dan tidak berimbang," ujarnya saat dihubungi skalanews, Selasa (29/1).

Hendri menambahkan, selanjutnya akan digelar rapat pleno untuk nantinya dibawa ke Kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Setelah rapat pleno dewan pers mungkin satu-dua hari ini, karena persoalan teknis saja," jelasnya.

Sebelumnya, Hendry menyebutkan, bahwa pemberitaan di tabloid itu seperti menuduh seseorang atau salah satu kelompok tetapi tidak cover bothside atau meminta tanggapan dari pihak yang dituduh, yakni kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Kalau mau berimbang kan dia [Indonesia Barokah] konfirmasi, kasih kesempatan berbicara versi mereka [Kubu Prabowo-Sandi]. Nah ini tidak dilakukan gitu," ucap Hendry.

Hal senada juga diungkap oleh, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo yang menyebutkan, seluruh data berkaitan dengan redaksi tabloid itu fiktif. Isi tabloid pun tidak memenuhi kaidah jurnalistik yang memuat wawancara, verifikasi, dan konfirmasi. "Kami akan menyampaikan hasil pendapat, penilaian, dan rekomendasi ke Polri dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum)," kata dia.(Jft/Skala)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...