24 February 2020

Derajat Politik Jokowi Lebih Tinggi dari Megawati

KONFRONTASI - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengapresiasi positif inisiatif Presiden terpilih Jokowi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Menurutnya, pertemuan itu punya efek positif untuk meredakan ketegangan diantara elite politik dari dua koalisi besar yang ada, yaitu KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Saya kira pertemuan Jokowi dengan Ical kemarin itu sangat baik. Sebab, mereka berdua itu kan sebetulnya pemimpin dari masing-masing koalisi," ujarnya Kamis (16/10/2014). 

Menurutnya, Jokowi hari ini harus dipandang sebagai pemimpin KIH. Mantan Wali Kota Solo itu tidak bisa lagi diposisikan sebagai bawahan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, apalagi dianggap sebagai petugas partai.

"Derajat politik Jokowi sebagai Presiden terpilih adalah lebih tinggi dari Megawati dan para ketua umum parpol pendukungnya. Bahkan setelah 20 Oktober nanti Jokowi adalah  simbol negara," jelasnya.

Dilanjutkannya, Jokowi menjadi pemegang kekuasaan pemerintahan, memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, menyatakan perang, dan menjadi pengatur kehidupan rakyat. Posisi dan kekuasaannya itulah yang membuat Jokowi dinilai pantas disebut sebagai pemimpin KIH.

Sementara itu, kata Said, Ical adalah ketua umum parpol yang memiliki kursi terbesar kedua di parlemen. Seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPR, termasuk Ketua DPR adalah berada di bawah kendalinya.

"Koordinator KMP pun adalah bawahan Ical. Sehingga posisi politik Ical pasca Pilpres 2014 harus dipandang lebih kuat dari Prabowo Subianto sekalipun. Oleh sebab itu sangat berdasar untuk mengatakan Ical sebagai pemimpin KMP," pungkasnya.[ian/snw]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...