24 May 2019

Debat Pilpres; Contekan & Sikap Defensif Petahana

KONFRONTASI- Capres Jokowi terlihat baca contekan dalam debat sesi pertama Pilpres, Kamis (17/1/2018) malam. Ganjil rasanya karena Jokowi sudah lebih empat tahun berkuasa dan hanya menyampaikan capaian yang sudah dikerjakan. Visi-misi ke depannya lemah dan sikapnya lebih defensif. Kegagalan ekonomi Jokowi telah merusak dan menghancurkan daya sangga sosial ekonomi rakyat kita.

Dalam soal melihat contekan, Jokowi bukan hanya ketika menyampaikan visi dan misi pada sesi pertama, namun calon presiden (Capres) nomor urut 1 itu juga melihat contekan ketika menjawab pertanyaan maupun ketika menanggapi jawaban dari lawan politiknya.

Bennie Akbar Fatah, mantan pimpinan KPU era Presiden Habibie dan aktivis senior Gerakan 1998, menilai momen tersebut terlihat jelas ketika moderator membuka sesi debat pertama bertema Hukum dan HAM dalam debat antar kandidat pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Ruangan Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (17/1/2019).

Jokowi yang mendapatkan kesempatan pertama memberikan tanggapan terkait jawaban Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terlihat matanya beberapa kali melihat ke arah bawah, ke arah contekan/catatan yang dipegangnya sejak awal.

Bukan hanya ketika menyampaikan visi dan misi pada sesi pertama, Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Joko Widodo juga melihat contekan ketika menjawab pertanyaan maupun ketika menanggapi jawaban dari lawan politiknya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Akibatnya, rakyat menilai Prabowo-Sandi secara intelektual tampil apa adanya, jujur dan unggul menuju Pilpres 2019," ujar Nehemia Lawalata, tokoh Persatuan Alumni GMNI. "Itu pertunjukan yang tidak berimbang karena Jokowi lihat contekan sehingga kalah pamor," tambah Nehemia.

Berbanding terbalik dengan Jokowi, pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjawab pertanyaan dalam amplop maupun menanggapi jawaban Jokowi. Keduanya menjawab dengan lugas tanpa catatan , tanpa contekan di tangan mereka.

Harus diakui, Sandi Uno tampil cukup memukau, faktual, dan menukik pada pokok soal, memperkuat posisi Prabowo dan sangat berbeda dengan Maruf Amin yang kelihatan sudah sangat sepuh, tidak mampu bersikap cekatan, lamban menjawab pertanyaan. Para aktivis mengaku cukup terkejut melihat penampilan Jokowi- Maruf Amin yang lemah dan membawa contekan.

"Ada beberapa kalimat yang tajam dari Sandi dan itu membuat posisi Prabowo makin kuat yakni keadilan hukum untuk rakyat, keadilan ekonomi untuk rakyat, dan kesejahteraan untuk rakyat. Bukan untuk orang orang berduit dan orang kuat, inilah kekuatan Prabowo-Sandi," ungkap C Umam Wiranu, aktivis senior/mantan Ketua GP Ansor dan Bennie Albar Fatah, aktivis senior pergerakan 1998 dan mantan pimpinan KPU era Presiden Habibie..

Secara umum, debat Capres semalam kurang seru dan masih standar saja, diharapkan debat ke depan lebih menukik dan membuka pikiran maupun mata hari rakyat. [berbagai sumber]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 24 May 2019 - 09:03
Jumat, 24 May 2019 - 09:00
Jumat, 24 May 2019 - 08:52
Jumat, 24 May 2019 - 08:47
Jumat, 24 May 2019 - 08:40
Jumat, 24 May 2019 - 08:37
Jumat, 24 May 2019 - 01:15
Jumat, 24 May 2019 - 01:10
Jumat, 24 May 2019 - 01:06
Jumat, 24 May 2019 - 01:03
Jumat, 24 May 2019 - 00:58
Kamis, 23 May 2019 - 22:07