20 August 2019

Debat Akhir Pilpres: Jokowi Kalah, terkesan Memalukan dan Kasihanlah, Prabowo Menang Tanpa Merendahkan Lawan

KONFRONTASI- Debat terakhir Pilpres Sabtu malam (13/4) memperkuat kemenangan Prabowo Subianto-Sandi (PS)   atas Joko widodo-Maruf Amin (Koruf) yang tidak mengerti  masalah, ngelantur dan miskin visi-misi tapi penuh omongan verbal dan ngasal.Jokowi Maruf (Koruf) tipikal pelayan/petugas parpol yang tak ngerti masalah, hapalan tanpa visi-orientasi dan malah memalukan diri mereka sendiri, kelihatan tak kompeten dan tak memiliki leadership, kasihanlah kita. Mau dipaksakan kayak apa, ya tetap saja Koruf tak ngerti persoalan bangsa yang kompleks. Jokowi sebut digital,online, tapi substansinya dangkal dan terkesan kayak membual, kasihanlah karena defisit kompetensi, kapabilitas dan kapasitas.
Demikian pandangan Suko Sudarso, Komandan Barisan Soekarno tahun 1966 dan tokoh senior GMNI ITB dalam diskusi dengan Herdi Sahrasad (dosen/peneliti senior Universitas Paramadina) dan Nehemia Lawalata (tokoh Persatuan Alumni GMNI) di Jakarta. Bahkan diskusi itu sudah berjalan beberapa hari belakangan ini, dengan kekhawatiran dan kecemasan akan masa depan bangsa kita ke depan kalau dipimpin orang yang tak mengerti masalah. Debat pilpres terakhir makin mengkonfirmasikan mengenai kekhawatiran dan kecemasan itu sehingga mutlak diperlukan perubahan dan pergantian kepemimpinan nasional ke depan.


‘’Rakyat menilai Jokowi-Maruf Amin, sudah kalah dan kalah lagi setiap kali berdebat dengan Prabowo-Sandi . Status quo harus lengser, perubahan perlu dikawal agar berjalan baik, terutama dalam menyusun pemerintahan nanti. Hampir lima tahun Jokowi berkuasa, ekonomi rakyat terpuruk, daya beli ambruk dan sumber daya kita dikuasai asing, banjir buruh China dan menjadikan NKRI negara kapitalis pariah di Asia, semua itu bertentangan dengan UUD 45 dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945,’’ ujar Suko Sudarso (SS)


 Prabowo, katanya, tanpa merendahkan lawan, justru menekankan pentingnya kebutuhan dasar, sandang, pangan dan papan, lapangan kerja dan pendidikan, pentingnya kesehatan, SDM  dan sumber daya alam dikelola untuk rakyat, bukan untuk asing atau kapitalis privat.
Prabowo menekankan pentingnya Industrialisasi pertanian dan kelautan. Sedangkan Jokowi ngotot  infrastruktur dan teknologi digital, yang tak ada makna dan signifikansinya dengan kebutuhan rakyat desa yang berbasis agraris dan maritim, dan umumnya masyarakat desa masih miskin.
 Jokowi doyan impor pangan ugal-ugalan, perdagangan defisit 8 milyar dolar AS, terjadi de-Industrialisasi,sedangkan Prabowo Sandi menyadari perlunya orientasi baru yang fokus dan terarah pada daulat pangan, energi dan sumber daya air/mineral, dengan berbagai kebijakan substitusi impor dan  ekpor guna mendorong  kemandirian bangsa dan sekaligus menciptakan lapangan kerja.’’ Prabowo menekankan pentingnya  menguasai ekonomi dan perekonomian untuk kepentingan rakyat. BUMN harus dikelola sebagai tulang punggung perekonomian nasional, tidak dipolitisasi dan diperas untuk kepentingan politik elite,’’kata SS
Sebelumnya, dalam dua kali debat Pilpres,  Suko Sudarso (SS)  telah menegaskan bahwa Jokowi  sudah kalah dan tidak punya pamor lagi karena tidak punya visi-misi , strategi dan ideologi untuk membangun bangsa Indonesia.

'' Jokowi tidak mengerti masalah, tidak mengerti reformasi agraria dan pasal 33 UUD45, orientasinya hanya membangun di Indonesia, bukan membangun bangsa Indonesia. Akibatnya, bangsa Indonesia diambang kehancuran, Neoliberalisme semakin menggila dan kita dipaksa jadi bangsa kuli dan jongos bagi kekuatan asing. Ini berbeda dengan Prabowo yang ingin membangun kedaulatan pangan, energi, air dan keuangan agar mandiri sesuai cita-cita Proklamasi 1945. Prabowo memiliki visi-misi, strategi dan ideologi, mengerti masalah serta tidak ingin bangsa ini jadi jongos dan kuli bagi asing. Maka, Jokowi sudah tidak pantas menjadi pemimpin RI karena tidak kompeten, datanya ngawur, miskin gagasan dan sangat dangkal, memalukan, sementara demokrasi liberal yang dibajak modal ini kita khawatirkan hanya akan membawa RI menuju kegagalan dan kehancuran,'' kata SS (FF)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:26
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:23
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:09
Selasa, 20 Aug 2019 - 11:03
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:59
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:55
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:52
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:47
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:41
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:36
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:32
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:29