24 May 2018

Dari Mata Najwa TV Tujuh, Api Rizal Ramli Membakar Semangat Anak Bangsa: Selamatkan Rakyat RI dari Jebakan Utang. RR Unggul atas Gatot & Imin !

KONFRONTASI-  Teknokrat senior Rizal Ramli (RR)  tokoh paling kredibel untuk memperbaiki ekonomi negeri ini yang melemah, memburuk akibat jebakan utang 4700 trilyun dan jebakan  Neoliberalisme yang menjajah dan menghisap ekonomi rakyat. .'' Dari Mata Najwa, Api Rizal Ramli PhD membakar semangat semua anak negeri, apapun suku dan agamanya, semua satu untuk NKRI: Selamatkan rakyat RI dari Jebakan Utang & Neoliberalisme !'' kata Iyung Khoirul, aktivis belia mahasiswa ITB dari Teknik Elektro-Informatika.

''Rizal Ramli (RR),  adalah Rajawali Bangkit dan Bintang Perlawanan terhadapa Neokolonialisme dan Neo-Liberalisme Indonesia saat in,'' kata dosen/peneliti senior Univ. Paramadina Dr Herdi Sahrasad.  ''Maka rakyat wajib mendukungnya demi keselamatan bangsa Indonesia ke depan,'' kata Muslim Arbi, mantan aktivis HMI ITB.
Hasil statistik rekaman  Mata Najwa  TV Tujuh “Siapa Berani jadi Presiden” 14/3/2018 di youtube (akun Najwa Sihab):
 
Rizal Ramli (RR) ditonton 115 ribu. Like 841, dislike 108
 
Imin ditonton 64 ribu. Like 416, dislike 60.
 
Gatot Nurmantyo (GN). Ditonton 107 ribu. Like 868, dislike 68. 
 
Kesimpulan:
*video RR paling banyak ditonton. No 2 Gatot N, Cak  Imin buncit.
*video RR paling banyak haters tapi tdk signifikan dibanding yg like (12%), GN paling sedikit sama jumlahnya dgn Cak Imin
*karena populer, di video RR sampai ada iklan, sementara yg lain belum ada iklan.
*ini mematahkan kesimpulan data Rustika Herlambang (pengamat sosmed yg dihadirkan Mata Najwa) ttg popularitas dan sentimen sosial media terhadap RR

 

Hasil gambar untuk rizal ramli di mata najwa

 

Utang akibat Neoliberalisme Sri Mulyani dkk mencapai R$p4700 trilyun atau US$350 miliar.  Bisa mikirkah Sri Mulyani untuk membayarnya? Lalu rakyat dikejar pajak, dunia usaha dikejar pajak,  para pegawai negeri/pensiunan dikejar pajak dan sengsaralah bangsa ini untuk dipaksa membayar utang. Bagaimana dan dari mana rakyat sanggup bayar utang yang ugal-ugalan dan ngawur itu?

 Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir Januari 2018 meningkat 10,3 persen (yoy) menjadi 357,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.915 triliun (kurs Rp 13.750 per dollar AS) Adapun rinciannya adalah 183,4 miliar dollar AS atau setara Rp 2.521 triliun utang pemerintah dan 174,2 miliar dollar AS atau setara Rp 2.394 triliun utang swasta.

Dalam acara TV 7 Mata Najwa, kemarin, sang pemberani ditampilkan satu persatu, yakni di awal adalah Rizal Ramli. Dari riwayat yang ditayangkan, Rizal Ramli kaya dengan jabatan yang sangat strategis seperti Menko Perekonomian, Menkeu dan Menko Kemaritiman. Walaupun waktu singkat, Rizal menjabat dengan prestasi yang gemilang.

Pertanyaan yang diajukan Nana tidaklah terlalu istimewa, sehingga RR bisa dengan singkat menjelaskan keberaniannya untuk maju sebagai calon presiden. Rizal nampak memiliki kemampuan kualitas diri serta konsep untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat dari sekarang. Apalagi, branding yang sudah beredar di masyarakat menyebutkan bahwa dia orang yang lurus, berani, dan selalu membela kepentingan rakyat.

Bisa ditangkap bahwa dengan modal tersebut, Rizal hendak mengatakan seharusnya partai tidak akan salah meminangnya jika untuk melakukan perubahan bangsa yang lebih sejahtera. Namun, pertanyaan yang nampaknya dikejar oleh Nana adalah modal uang untuk maju pilpres, sehingga menampilkan jumlah kekayaan Rizal pada caption.

Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan kepada politisi dan para pemimpin untuk tidak lagi menjadikan ajaran Trisakti Bung Karno hanya sebagai kembang kata. Ajaran pendiri bangsa tersebut bila diimplementasikan secara benar, maka dipastikan Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani negara lain.

"Sedikit sekali cita-cita kemerdekaan yang dicapai. Ini karena pikiran dan ajaran Bung Karno tentang Trisakti, marhaenisme, dan keberpihakan kepada rakyat sering hanya menjadi kembang kata. Isinya jarang dilaksanakan," ujar Menko Ekuin era Presiden KH Abdurrahman Wahid dan Menko Maritim era Presiden Joko Widodo itu seusai berziarah di makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (16/3/18

RR berdoa untuk Bung Karno, Sang Guru dan Bapak Ideologisnya.

Rizal Ramli kemudian menyebut bahwa hingga kini masih ada sekitar 40% warga Indonesia yang belum menikmati arti kemerdekaan, yang salah satunya mencari makan masih susah. "Setiap kali saya datang ke makam saya terbebankan, trenyuh. Walaupun Indonesia sudah merdeka 72 tahun, sedikit sekali cita-cita kemerdekaan yang dicapai, bahkan dilupakan," sesal Rizal Ramli.

Padahal, menurut Rizal, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara maju, mengingat sumber daya alamnya melimpah. "Negara kita kaya sekali, paling kaya se-Asia Tenggara. Tetapi masih ada 40% rakyatnya yang di bawah, belum bisa menikmati arti kemerdekaan, makan susah. Kami ingin menjelang 73 tahun kemerdekaan harus all out dengan segala itikad perjuangkan agar cita-cita terkabul," tukas Rizal.

Rizal juga merasa prihatin dengan beragam perbedaan yang ternyata sengaja dijadikan masalah bagi kelompok lain. Padahal, sambung Rizal, saat melawan penjajah, tidak ada perbedaan. Bahkan, perbedaan baik suku, agama, ras, budaya, menjadikan ikatan semakin kuat.

Hasil gambar untuk rizal ramli di mata najwa

"Hari ini ada kegelisahan rasa tidak damai jika berbeda suku, etnis, agama menjadi masalah. Kami ingin agar kembali ke awal kemerdekaan, cita-cita Bung Karno bahwa bangsa yang loyal, perbedaan itu bukan masalah justru kekuatan," imbuh Rizal.

Ketika disinggung terkait dengan keseriusan dirinya maju di Pemilu Presiden 2019, ia mengungkapkan, keputusannya itu untuk mengimplementasikan ajaran Bung Karno yang menurutnya belum terealisasi. Sebab, ia merasa terinspirasi dengan beragam pemikiran Bung Karno yang tetap dipegangnya hingga saat ini. Ia yakin rakyat Indonesia ingin perubahan, ingin tokoh yang mempunyai visi, misi, amanah, dan bukan hanya yang bisa mengeluarkan kembang kata.

 

 

 

Category: 
Loading...
Kamis, 24 May 2018 - 10:05
Kamis, 24 May 2018 - 10:00
Kamis, 24 May 2018 - 09:52
Kamis, 24 May 2018 - 09:16
Kamis, 24 May 2018 - 09:04
Kamis, 24 May 2018 - 09:00
Kamis, 24 May 2018 - 08:54
Kamis, 24 May 2018 - 08:46
Kamis, 24 May 2018 - 06:32
Kamis, 24 May 2018 - 06:29
Kamis, 24 May 2018 - 06:27
Kamis, 24 May 2018 - 06:24

Pages