21 June 2019

Cicit Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani Amanahkan Zawiyah Arraudhah Menjadi Markas Al Jilani

KONFRONTASI ----- Cicit ke-25 dari Shulthon Ar-Rijâl Quthb Al-Awliya, Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani yang berasal dari Istanbul, Turki, yaitu Prof. Dr. Syeikh Muhammad Fadhil Al-Jailani hafidzahullah ta’ala, pada Kamis (10/1) mengadakan pertemuan terbatas bersama beberapa muqoddam Qadiriyah di Indonesia, khususnya pulau Jawa.

Dalam pertemuan tersebut nampak hadir para kyai yang berasal dari Malang, Pekalongan, Semarang, Cirebon hingga Martapura. Diantara kyai yang hadir adalah KH. Musthofa Aqil Siradj dari Kempek, Cirebon serta Gus Muhammad Luqman Hakim Pondok Pesantren Salafiyah Azzuhri Semarang. 

Rapat yang diadakan di Zawiyah Ar-Raudhah, Ihsan Foundation, Tebet Barat VIII ini, semestinya tertutup. Namun, karena membludaknya jamaah yang tak kurang dari 200 orang dan antusiasme jamaah ingin bertemu Syeikh Muhammad Fadhil Al-Jailani.

Akhirnya, para jamaah pun turut menyaksikan jalannya rapat, lalu bersama Syeikh yang dipimpin KH. Musthafa Aqil Siradj melantunkan dzikir Qadiriyah.

Dalam rapat tersebut, Syeikh yang telah menjalankan khidmah ilmiyah lebih dari 40 tahun untuk datuknya ini, mengamanahkan para kyai untuk menerjemahkan kitab-kitab atau makhthuthat Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani ke dalam bahasa Indonesia, agar dapat dibaca seluruh masyarakat Indonesia.

“Setiap huruf yang saya baca dari karya Syeikh, insyaallah akan datang ke pusara saya, karena ini adalah ilmu”, demikian ucapnya.

Menanggapi amanah Syeikh, KH. Mustafa Aqil Siradj menyambut dengan baik. Bahkan ia bercerita tentang mimpinya, bahwa, setelah Syeikh memberikan padanya Tafsir Al-Jailani, beliau lantas menaruh begitu saja kitab tersebut dan tidak dibaca.

Hingga akhirnya beliau bermimpi bertemu syeikh dalam keadaan marah. Lalu beliau tanyakan mimpi tersebut langsung kepada Syeikh. Syeikh pun menjawab

” Ya, saya marah, karena tiga puluh tahun saya mencari kitab tafsir itu, begitu saya berikan malah tidak dibaca”.

Pertemuan yang berakhir pukul 17.00 tersebut diantara memutuskan bahwa, Zawiyah Ar-Raudhah menjadi markaz penerjemahan juga penyebaran karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Khadim Zawiyah, yang juga Mudir ‘aam Jatman DKI, KH. Muhammad Danial Nafis pun menyambut dengan baik hasil tersebut.(Jft/Aktual)

 
 

  

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...