22 August 2019

Cenderung Bikin Bangkrut Ekonomi dan Sosial, Jokowi Tidak Pantas Dipilih 2019? kata Aktivis Senior Ini

KONFRONTASI- Secara intelektual, Jokowi jelas sangat jauh di bawah Rocky Gerung. Karena defisit intelektual, bahkan tampak tidak kompeten dan tidak intelek, Jokowi sering disebut para inteligensia dan akademisi sebagai petugas partai yang miskin visi dan pembawa arus  anti-intelektualisme. Sehingga sangat memalukan bangsa ini di mata dunia. Kita merasa, Jokowi tidak pantas maju capres 2019, namun elite sekelilingnya mendorong dia maju 2019. Kita menilai, Jokowi tidak pantas dipilih lagi  2019 karena membikin bangsa ini bangkrut ekonomi dan sosial, diwarnai arus anti-intelektualisme, keterpurukan ekonomi, perpecahan masyarakat dan disintegrasi sosial. Trisakti dan Nawacita oleh Jokowi terbukti sudah gagal. Demikian pandangan Bennie Akbar Fatah, aktivis senior Gerakan 1998, aktivis KAPPI 1966 dan mantan wakil ketua KPU 1999,  yang dua tahun dipenjara Orde Baru karena terlibat demonstrasi Peristiwa Malari 1974. Bennie Fatah memang aktor pergerakan yang memperoleh pendidikan dan training di Jepang dan AS.

Ahli  filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung, menawarkan cara membaca realita politik yang sedang terjadi di Indonesia. Empat tahun ini, dimensi sosial-ekonomi era Jokowi sudah mangkrak.

Oleh sebab itu,  dalam pelbagai wacananya, Rocky mengatakan bahwa  beliau (jokowi)  kini adalah  calon presiden atau capres yang visi,misi dan pikirannya mangkrak

Rocky Gerung: Beliau Kini Bakal Calon Presiden

Dan  tahun lalu, Rocky juga menyebutkan bahwa elektabilitas Jokowi mangkrak. dan  merujuk pada berbagai kejadian belakangan ini, yang dimaksud Rocky Gerung adalah mangkraknya  Joko Widodo itu akibat gagal ekonomi. Ditambah lagi dengan penegakan hukum yang tidak adil dan pemerintahannya yang tak efektif, lemah.

Dalam twit itu Rocky juga pernah menulis kata beliau (Jokowi) dengan belio.

"Belio kini bakal calon predisen (balonpres). Karena sejak elektabilitas belio mangkrak, maka belio bukan lagi presiden. Begitu cara membaca real politics," twit Rocky.

Dalam sebuah kesempatan di arena diskusi yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi, Rocky Gerung mengatakan bahwa elektabilitas Jokowi mangkrak setelah semua kartu yang dimilikinya digunakan.

"Hasil survei yang dipaparkan tadi ada 48 persen yang tidak ingin Jokowi, plus 6 persen yang masih belum menentukan. Artinya ada 54 persen pemilih yang undecided menunggu jalan ketiga. Artinya, elektabilitas petahana mangkrak," kata Rocky Gerung kala itu. [dem]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...