17 February 2020

Cegah Antraks, Pemkot Yogyakarta Perketat Pengawasan RPH Giwangan

Konfrontasi - Pemerintah Kota Yogyakarta tetap melakukan antisipasi penularan antraks. Salah satunya memperketat pengawasan kesehatan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto menjelaskan, banyak sapi dari luar Kota Yogyakarta masuk untuk disembelih di RPH Giwangan.

"Potensi penularan antraks justru lebih besar di lokasi ini sehingga pengawasan kesehatan harus diperketat," kata Darmanto, Jumat (17/1/2020).

Menurut dia, hingga saat ini belum ditemukan sapi di RPH Giwangan diduga terjangkit antraks sejak penemuan di Kabupaten Gunungkidul DIY.

"Seluruh sapi yang disembelih di RPH Giwangan dinyatakan sehat meskipun ada beberapa sapi yang berasal dari Gunungkidul, tetapi bukan dari daerah yang diduga terjadi penularan antraks," ujarnya.

Dia menegaskan, sapi dari daerah yang diduga terkena antraks tidak boleh dijual ke daerah lain.

Selain memperketat pengawasan di RPH Giwangan, pihaknya melakukan pemantauan di tempat penggemukan sapi di Kecamatan Tegalrejo dan Kecamatan Kotagede.

"Lokasi peternakan, atau lebih tepatnya penggemukan sapi hanya ada di dua kecamatan itu. Total populasinya sekitar 150 ekor. Di lokasi tersebut, kami melakukan pengawasan sekaligus pengambilan sampel," katanya.

Dari pemantauan yang dilakukan, Sugeng memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan tidak ada hewan yang menunjukkan gejala terserang antraks atau penyakit lain.

"Biasanya, sapi yang terserang antraks mengalami demam tinggi," ucapnya. (inws/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...