20 November 2018

Carter Center di AS Diminta Awasi Pemilu/Pilpres RI 2019 agar Jurdil, Diharapkan Prabowo-Rizal Ramli Berduet

KONFRONTASI- Prabowo Subianto sebaiknya duet dengan Rizal Ramli untuk mengatasi keterpurukan ekonomi dan derita ummat-uumat beragama apapun level menengah ke bawah yang makin miskin. Kedua tokoh nasional itu perlu dukungan LSM-LSM dan diharapkan,semua orpol/ormas yang perduli, harus segera meminta bantuan Carter Center di Amerika Serikat  agar mengawasi pemilu/pilpres 2019 sebab dikhawatirkan penuh kecurangan dan  politik uang secara canggih.

Prabowo-RR sangat  penting menghadapi kemungkinan politik uang yang menghantam capres oposisi, apalagi ada isu kecurangan pemilu/pilpres 2019 sehingga berbagai kalangan diminta mengundang Carter Center di Amerika Serikat agar mengawasi pemilu/pilpres 2019 karena  masifnya politik uang dan dikhawatirkan, hampir pasti curang..

Demikian pandangan mantan aktivis HMI ITB Muslim Arbi dan tokoh GMNI Indonesia Timur  Nehemia Lawalata, keduanya dekat dengan kalangan LSM. Keduanya Kamis ini meminta Carter Center datang  ke Indonesia mengawasi pemilu/pilpres 2019 yang sangat rawan dan rentan dengan kecurangan canggih pakai IT dan politik uang/bagi sembako seperti pemilu/pilpres 2014 dan Pilgub DKI lalu yang diungkapkan mantan Komisioner KPU  Dr Chusnul Mariyah dalam surat terbukanya kepada Presiden Jokowi..

Meski rakyat makin melek pikiran dan melek mata atas dugaan kecurangan pilpres 2014 seperti yang diungkap Chusnul Mariyah, dimana kecurangannya tampak canggih itu, Arbi dan Lawalata sebagai orang pergerakan, serius meminta LSM-LSM, Ormas dan Orpol memanggil Carter Center di AS guna mengawasi pemilu/pilpres 2019 yang KPU-nya sudah dianggap pro-pemerintah, tidak independen dan tidak kredibel.

''Pemilu/pilpres 2019 ini sangat riskan, rentan,rawan dan tak kredibel tanpa pengawasan dari Carter Center diAS,'' ujar Lawalata dan Arbi..

''Kehadiran Carter Center dari Amerika sangat krusial agar Pilpres/pemilu 2019 diawasi ketat karena bau sangat kecurangan sudah meluap di ruang publik yang  bersemangat , gandrung dan mendukung ''2019 Ganti Presiden'' . Mereka ini sangat cemas dan khawatir bahwa Pemilu Pilpres 2019 dicurangi secara canggih,'' ungap Arbi

Arbi dan Lawalata melihat, Prabowo-RR akan dapat dukungan rakyat yang mengkapitalisasi kuatnya kecenderungan arus besar masyarakat DKI dengan semangat "Asal Bukan Ahok " (ABA) yang telah berubah/bertransformasi menjadi Asal Bukan Jokowi (ABJ) di seluruh Tanah Air. Sehingga Jokowi makin sulit menyentuh ummat Islam yang sudah kapok dengan  Ahokisme.

‘’Simbol pertarungannya di pilpres adalah  Cebongers Jokowi melawan kekuatan ummat Islam yang berspirit ‘’2019 Ganti Presiden’’, dan ini indikasi rakyat atau ummat tak mau lagi Jokowi karena trauma dengan kegagalan ekonomi, isu agama/Ahokisme dan penegakan hokum yang tak adil dan zalim," ungkap Arbi.     

Muslim Arbi mengakui,  rakyat merasa ditipu oleh Jokowi dengan janji-janji kosong karena harga-harga sembako,minyak dan listrik naik, naik, sedangkan ekonomi merosot terus dengan utang lebih Rp4900 trilyun.

Tak heran kalau pada level nasional menuju Pilpres, semangat ‘’ganti presiden 2019’’ seirama dengan semangat Asal Bukan Jokowi (ABJ) yang membuat elektabilitas Jokowi stagnan, mandeg pada level 35% akibat buruknya ekonomi dan isu agama yang menggelimang.

Sejauh ini, para analis menilai hubungan Jokowi dan ummat Islam sangat buruk dan tegang, sebab ummat Islam trauma kepada Jokowi yang dinilai  secara ekonomi buruk, penegakan hukum makin  tidak adil, represif kepada Muslim dan  menyimpang dari Trisakti/Nawa Cita serta terlalu membela Ahok selaku penista agama sehinga isu agama dan ekonomi membaur jadi problem sangat sensitive yang menjauhkan ummat  Islam dari Jokowi. Bahkan ummat Islam sudah trauma dengan Jokowi, dan situasi kondisi yang berubah ini sangat menyudutkan Jokowi sehingga isu ganti presiden tak terbendung lagi.  (fg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...