22 May 2019

Cara Situng KPU Sudah Menyalahi Prosedur?

Oleh : Syafril Sjofyan

 

 

Disamping banyak terjadinya kecurangan di TPS, bisa disaksikan melalui banyaknya video tentang kecurangan yang disebar oleh masyarakat di Sosial Media.

Perlu juga dicermati penjelasan Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi yang menjelaskan asal muasal data perolehan suara yang ditampilkan di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik KPU.

Menurut Pramono, data yang tertampil di Situng berbasis pada formulir ukiran C1 kuarto yang dipindai/di scan dan diunggah ke situs pemilu2019. kpu.go.id.

Hasil penghitungan suara awalnya dicatat di formulir C1 plano, kemudian dipindahkan ke C1 ukuran kuarto lebih kecil.

"Kalau berbasis scan C1 kan harus menunggu proses penghitungan suara di TPS selesai," kata Pramono di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4/2019).
Penyalinan, dari C1 plano ke C1 kwarto kecil dalam waktu dini hari sampai pagi," sambungnya.

"Nanti di kabupaten kota itulah nanti di-scan. Jadi kira-kira dalam perkiraan kita dalam besok siang Situng kita sudah mulai ada isinya," ujar Pramono.

Menambahkan pernyataan Pramono, Komisioner KPU Hasyim Asyari menyebut bahwa hasil scan formulir C1 yang tertampil di Situng bisa diakses dan diunduh oleh siapapun.

Sampai disitu penjelasan cukup jelas, jika kita amati dan kita bold tentang scan C1 kwarto  baru dilalukan setelah sampai ditingkat Kota/Kab, menurut jadwal (lihat grafik KPU terlampir) tanggal 22 April - 7 Mei. Pertanyaannya dari mana bahan baku Situng KPU yg sudah berjalan dalam beberapa hari ini, bahkan sudah mencapai 34000 lebih TPS, sementara utk scan C1 kwarto baru akan terselenggara di tingkat Kota/Kab sebagaimana yang dijelaskan oleh komisioner KPU, dan baru berlangsung tanggal 22 April 2019, 2-3 hari lagi, mohon kejelasan dari KPU apakah ini tidak menyalahi prosedur.

Berikutnya penyalinan C1 Plano menjadi C1 Kwarto baru terlaksana subuh/dipagi hari, penyalinan apakah disaksikan oleh saksi-saksi dan Panwaslu bagaimana ke absyahan dari C1 kwarto yg disalin dari C1 plano, Dua hal ini sangat penting dijelaskan Dan dipertanggungjawabkan  oleh KPU. Menurut komisioner lagika yg di peragakan Dan yg bisa diunduh oleh siapapun  melalui Situng KPU adalah hasil scan C1 ukuran kwarto yang berupa salinan, dan bukan C1 ukuran Plano asli ditanda tangani oleh pihak Penyelenggara TPS dan saksi. 

Kenapa tidak difoto saja C1 Plano asli untuk diperagakan melalui Situng KPU, sehingga bisa di crosscheck apakah salinan ke C1 kwarto yang discan yg menjadi bahan baku Situng KPU tidak terdapat kekeliruan. 

KPU seharusnya bisa menugaskan aparatnya untuk mengunduh dengan dua cara, yakni unduh hasil scan C1 kwarto (salinan) dan sekaligus minta kirimkan foto asli C1 Plano. 

Masyarakat sekarang ini  karena mereka punyai hp Android yg bisa memfoto hasil C1 TPS. Tentunya mereka mempunyai data secara benar, dan tidak dimungkinkan keliru karena tidak ada proses penyalinan. Sebelum terlambat supaya masyarakat tidak meragukan hasil KPU dan itu sangat berbahaya sebaiknya KPU segera melakukan perbaikan. Terutama yg ditampilkan di Situng berupa foto asli dari C1 Plano.

 

 

Oleh : Syafril Sjofyan, pengamat Kebijakan Publik, aktivis Gerakan 77-78 (Juft/Rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...