16 September 2019

Bukan Mengundang Maskapai Asing, Ini Solusi Rizal Ramli terkait Tiket Pesawat Mahal

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (RR) merespon persoalan mahalnya tiket pesawat dalam dialog di TV One semalam. Menurut RR, soal melonjaknya harga tiket pesawat, perlu ada audit sektor industri penerbangan, juga perlu solusi dengan mengakhiri duopoly industri penerbangan. Pasalnya, industri penerbangan saat ini bersifat duopoly dimana kedua perusahaan itu menguasai 95% pasar.

Dalam pandangan RR, duopoly dimaksudkan sebagai penguasaan pasar yang dilakukan oleh dua perusahaan. Dalam hal ini, kedua pihak bisa menentukan harga jual. Diketahui, industri penerbangan dalam negeri dikuasai oleh dua grup perusahaan yang terdiri dari Garuda Indonesia Grup dan Lion Air Grup.
Garuda Indonesia membawahi Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air, sedangkan Lion Air Group memiliki anak usaha Batik Air, Wings Air, Thai Lion Air, Malindo Air.

‘’Di masa lalu, pembelian pesawat oleh Garuda dan masakapai lain juga diwarnai dugaan pat gulipat sehingga terjadi inefisiensi dan kebocoran. Dengan naiknya harga tiket sekarang, maka bukan hanya masyarakat yang dirugikan, namun juga pemerintah pun menghadapi dampak negatif dari merosotnya ekonomi dimana  pariwisata, hotel, restoran dan sektor terkait terpukul mahalnya harga  tiket,’’ kata RR.

RR mengungkapkan dalam dialog di TV One semalam, ketika menjadi Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, untuk menurunkan harga tiket, pemerintah membuka peluang bagi hadirnya sejumlah maskapai domestik/nasional agar harga tiket bisa saling bersaing. ‘’Dengan adanya persaingan/kompetisi maskapai domestik ini, maka harga tiket bisa diturunkan, tanpa perlu mengundang maskapai asing yang mudah merusak industri penerbangan sipil kita,’’katanya.

Dalam suatu wawancara, Jokowi, sapaan akrab presiden memandang perlu untuk mengundang maskapai asing masuk Indonesia agar harga tiket bisa terjangkau.

“Maaf Pak Jokowi, kok solusinya cetek dan merugikan kepentingan nasional? Pasar domestik di negara-negara besar khusus untuk airline domestik. Suruh menterinya belajar cara ngatur duopoly supaya tidak rugikan konsumen,” cuit Rizal Ramli dalam twitternya, Jumat (31/5).

Akibat mahalnya harga tiket pesawat, tercatat BPS pada April 2019 jumlah penumpang pesawat sebanyak 5,66 juta orang atau turun 370.000 orang jika dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 6,03 juta orang.

Berikut ini  pendapat dan gagasan RR untuk mengatasi mahalnya harga tiket. ‘’Caranya bukan mengundang Maskapai Penerbangan Asing, ini solusi cerdas Rizal Ramli terkait Tiket Pesawat yang Mahal,’’

https://www.youtube.com/watch?v=NnQCesH2-a4&feature=youtu.be

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32