12 November 2019

BPN 02 dan Rizal Ramli “Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019”

KONFRONTASI- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar acara “Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (14/05/2019) sore.  Sudah  datang ke lokasi acara tokoh bangsa Rizal Ramli, Habib Salim Segaf Al-Jufri, Said Didu, Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie, mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Agus Sutomo dan istri, Neno warisman, Slamet Ma’arif, serta para purnawirawan TNI, dan sebagainya. terungkap, Data BPN 02 jelas bahwa : Prabowo-Sandi Menang 54,24 Persen

Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan Pemilu 2019 ini sebagai pemilu paling buruk pasca reformasi. ''Oleh dari itu, kejahatan demokrasi dan kecurangan Pemilu 2019 yang merusak daulat rakyat/daulat negara  ini harus dibuka kepada masyarakat, pers, pemerintah dan pers asing/ perwakilan diplomatik negara sahabat/dunia internasional  untuk mencari keadilan dan kebenaran yang nyata dengan jalan damai,terbuka, transparan dan akuntabel,''kata RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur .

Tokoh nasional/teknokrat senior  Rizal Ramli mengungkapkan kejahatan kecurangan yang terjadi dalam penghitungan suara di Pilpres 2019. Hal ini ia tegaskan di hadapan ribuan pendukung Prabowo-Sandi di Hotel Sahid,Jakarta, Selasa sore tadi.

“Apa yang mereka lakukan, apa yang mereka rubah semua ada logginnya. Ada undang-udang Pemilu tahun 2017, jika ada satu suara yang dihilangkan dengan sengaja, yang bersangkutan bisa kena hukuman 4 tahun dan maksimum denda 48 juta… dikalikan empat tahun.. berapa hukumannya?,” tegas Rizal.

Sandi Uno kemarin berpesan, kepada seluruh pendukung, relawan, dan simpatisan, ''Kami berpesan untuk terus semangat, optimis, karena kami yakin kebenaran akan menang. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mengawal proses demokrasi ini. Kita pastikan keadilan hadir di negeri ini, untuk seluruh rakyatnya,''ujarnya.

''Perhitungan hasil Pilpres yang dilakukan oleh KPU sarat dengan kecurangan yang sistematis struktur dan massif tampak  kasat mata.      Bagi pendukung paslon 02   yang sangat dirugikan berdasarkan bukti valid dan perhitungan para pakar dari berbagai universitas membangkitkan rasa perjuangan mengambil kembali kedaulatan yang dicabik dan dibajak oleh KPU pada saat pengumuman hasil Pilpres 2019 dengan memenangkan paslon 01 hasil kecurangan yang sistematis terstruktur dan masif,'' ungkap emak-emak dan relawan 02/ Laskar Demokrasi.

 

BPN Gelar Simposium “Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019”

Kedua capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hadir di lokasi acara.

Hadir pula tokoh-tokon nasional lainnya, seperti Amien Rais, Rachmawati Soekarnoputri, Sudirman Said, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid Syarwan Hamid, Mardani Ali Sera, serta Hashim Djojohadikusumo.

Baca: Massa Mendemo Bawaslu: Tolak Kecurangan Pemilu 2019

 

Tampil sebagai pembicara pertama yaitu cawapres Sandiaga. Bertindak sebagai MC yaitu oleh komedian Tubagus Dedi Suwendi Gumelar alias Miing.

Dalam penyampaiannya, Sandi mengungkapkan rasa belasungkawa atas kematian 500 lebih petugas pemilu dan ribuan yang jatuh sakit.

“Rasa prihatin terhadap para petugas KPPS yang telah meninggal dunia lebih dari 600 orang,” ungkapnya.

Baca: Ikatan Keluarga Besar UI Berhari-hari Demo Protes Kecurangan Pemilu

Selama ini BPN sudah melaporkan semua temuan kecurangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pada simposium hari ini, diundang para dubes, tokoh agama, tokoh nasional, dan wartawan nasional maupun internasional.*

Gambar paling bawah:Para sesepuh TNI dr mantan Kepala BIN Syamsir Siregar, Myuzani Syukur, Haris Soedarno, Mantan KSAL Laksamana Purn Tedjo Edy, dll bersatu melawan kecurangan Pemilu 2019, kita bersatu memperjuangkan Kedaulatan Rakyat, Sudah saatnya kita Bersama Bersatu Membangun Bangsa dan Negara, Indonesia harus Bangkit dari ketepurukan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Pertahanan

KF/Hiday/SKR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...