18 January 2020

Bom Surabaya: Gereja Rusak Berat, Korban Berjatuhan

KONFRONTASI- Suara Adi Sasono bergetar saat bercerita saat-saat dia mendatangi gerejanya, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di kawasan Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi. Dia pontang-panting lari ke gereja setelah menerima pesan WhatsApp dari ibunya yang sedang melaksanakan misa.

"Tadi mama saya di gereja, lalu kirim WA, katanya gereja dibom. Aku langsung lari ke sana," tutur Adi dilansir Kompas.com

Saat tiba di lokasi, Adi yang juga adalah jemaat gereja tersebut melihat kondisi halaman depan gereja berantakan. Benda-benda berserakan, termasuk motor. Dampak paling parah terjadi di sekitar pos satpam. "Berantakan sekali. Parah betul," tuturnya dengan suara bergetar. Dia juga melihat sejumlah korban berjatuhan akibat ledakan yang diduga bom tersebut.

"Banyak yang luka, yang meninggal juga ada, tapi belum tahu jumlahnya," ungkap Adi. Adi lalu mencari ibunya hingga kemudian bertemu.

"Saya langsung mengamankan ibu saya. Sekarang sedang menenangkan anak saya," tambahnya. Menurut Adi, polisi sudah tiba di lokasi dan melakukan pengamanan. Garis polisi sudah dipasang dan warga dilarang memasuki area kejadian.

Saksi mata ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya, mengaku melihat dua orang mencurigakan yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tak lama, terjadi ledakan yang melukai banyak orang. Desmonda Paramarta Puspitarena dan Devina Puspita Murti merupakan kakak beradik yang menyaksikan dan menjadi korban ledakan itu. Mereka ada di kawasan gereja karena hendak mengikuti misa kedua. "Dua lelaki pakai helm bawa kotak di tengahnya," kata Devina saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (13/5/2018). Menurut Devina, dua lelaki yang berboncengan motor itu masuk ke area parkir motor di sisi gereja.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Ada 2 Lelaki Berboncengan Bawa Kotak Hitam, Selang Beberapa Menit Ada Ledakan"", https://regional.kompas.com/read/2018/05/13/16472611/ada-2-lelaki-berboncengan-bawa-kotak-hitam-selang-beberapa-menit-ada-ledakan.
Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Saksi mata ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya, mengaku melihat dua orang mencurigakan yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tak lama, terjadi ledakan yang melukai banyak orang. Desmonda Paramarta Puspitarena dan Devina Puspita Murti merupakan kakak beradik yang menyaksikan dan menjadi korban ledakan itu.

Mereka ada di kawasan gereja karena hendak mengikuti misa kedua. "Dua lelaki pakai helm bawa kotak di tengahnya," kata Devina, Minggu (13/5/2018).

Menurut Devina, dua lelaki yang berboncengan motor itu masuk ke area parkir motor di sisi gereja.

(KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...