22 August 2019

BNPT: AS Tertarik dengan Program Deradikalisasi di Indonesia: Page 2 of 2

Mantan Kapolda Jawa Barat ini menjelaskan program kontraradikalisasi yang dilakukan BNPT menggandeng unsur masyarakat termasuk pemuda, netizen, dan juga mantan aktivis teroris untuk melakukan kontranarasi.

"Dan ini juga berjalan efektif dan menjadi program unggulan nasional," kata mantan Kadiv Humas Polri ini.

Menurut Suhardi, strategi penanggulangan terorisme AS yang baru akan memperhatikan empat elemen utama dalam program deradikalisasi di Indonesia, yakni melalui identifikasi, rehabilitasi, reedukasi, dan reintegrasi.

Khusus untuk peningkatan kerja sama antarkedua negara dalam penanggulangan terorisme, Kepala BNPT menyampaikan perlu adanya payung hukum antarkedua negara dalam menanggulangi terorisme.

Kepala BNPT juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keamanan Nasional AS John F Kelly di Departemen Keamanan Nasional Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu Suhardi mengatakan bahwa banyak negara seperti Uni Eropa yang saat ini mengalami kepanikan akibat dari radikalisme dan terorisme, dan yang menjadi salah satu perhatian utama Departemen Keamanan Nasional AS adalah pertukaran informasi mengenai data penumpang udara.

"Hal ini berdasarkan informasi intelijen bahwa ISIS berkeinginan untuk melakukan serangan utamanya melalui maskapai penerbangan serta sebagai mode transportasi dari FTF," kata Suhardi.[mr/tar]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...