20 September 2019

Berlebihan, Saksi Ahli Kubu Ahok Sempat Ditegur Hakim

KONFRONTASI-Saksi ahli pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiariej sempat ditegur Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto karena dianggap berlebihan kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), soal kewenangan memilih ahli pidana.

Menurut Dwiarso, sebagai saksi ahli sudah sepatutnya Edward tidak mengomentari soal etika persidangan. Ini mengingat, kehadiran Edward hanya sebatas menjawab pertanyaan dalam materi persidangan.

"Saya juga dari tadi tidak menyinggung masalah etika di sini," kata Dwiarso saat memimpin sidang kasus dugaan penodaan agama di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Diketahui, Edward merupakan saksi ahli yang dimintai pendapat oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri dalam menangani kasus penodaan agama yang membelit Ahok. Maka itu, kehadiran Edward kali ini bukan permintaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Jadi, saya kira untuk menghadirkan atau tidak itu sudah dipertimbangkan penuntut umum, dan majelis juga tidak akan memaksa kalau penuntut umum tidak mengajukan (anda sebagai ahli)," tandasnya.[mr/ts]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...