22 August 2019

Benarkah Aksi Rizal Ramli Bikin Pengusaha Cemas? Listrik 35.000 MW itu dikhawatirkan Cuma Mimpi Ngebohongi Jokowi!

KONFRONTASI- Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengada-ada dan sok  cemas dengan aksi Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebabkan kegaduhan di dalam pemerintahan. Salah satu yang hal yang disorot pengusaha adalah soal program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt. (Baca: Rizal Ramli: Investor Tidak Suka Ditawari Mimpi dalam Proyek 35.000 MW)

"Itu hal yang buruk sekali buat investor. Sekarang, misalnya, Pak Rizal bilang (hanya) 16.000 megawatt, sementara Pak Jokowi, Presidennya langsung, Pak JK, Menteri ESDM bilang 35.000 megawatt. Pertanyaannya kalau saya jadi investor, ini sebenarnya Indonesia butuh berapa? Kalau saya betul masuk investasi, betul enggak akan dibeli sama PLN nanti? Itu kan sign yang buruk," ujar Wakil Ketua Kadin Suryani SF Motik dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (12/9/2015). Suryani ngawur kali, sebab apa yang disampaikan Rizal itu fakta dimana masalah KKN  terus terjadi.

Menurut dia, target pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt merupakan target yang baik. Soal akan tercapai atau tidak, itu nomor dua. Menurut dia, penyusunan target memang harus tinggi sehingga kinerja bisa terpacu.

"Kalau ada kekhawatiran oknum di pemerintahan yang bermain, kan ada aturannya, kan bisa dikontrol. Kenapa harus ribut? Kalau mau ribut, ya di dalam kabinet, jangan di luar," kata dia.

Seharusnya, kata dia, kegaduhan di pemerintahan tak perlu terjadi karena hal ini dilakukan oleh mereka yang merupakan pengambil kebijakan. "Kalau pemimpinnya saja ribut, gimana rakyatnya. Jangan marah kalau rakyatnya berantem terus," ucap dia.

Baca juga: "Kepret" Pelindo II, Rizal Ramli Hancurkan Beton di Tanjung Priok

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan dirinya sudah melapor ke Presiden Joko Widodo soal target pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang tidak realistis. Dia pun yakin investor tidak suka ditawari mimpi dan lebih baik mendengarkan realitas yang ada.

"Sudah. Kemarin sudah saya sampaikan ke Presiden," ujar Rizal di Istana Kepresidenan, Selasa (8/9/2015).

Setelah melapor ke Presiden, Rizal mengaku hanya dititipi pesan untuk mencapai target maksimum. Namun, saat ditanyakan lebih lanjut apakah itu berarti Presiden sepakat dengan dia, Rizal enggan berkomentar lebih lanjut. Dia pun meluruskan anggapan bahwa kesimpangsiuran soal prioritas pemerintah akan berakibat pada niat investor menanamkan modalnya di Indonesia.

"Ngawur! Investor maunya yang realistis, bukan yang mimpi!" tukas Rizal sambil berlalu. (Baca: "Sekarang Siapa yang Mau Dipegang, Menko-nya Apa Presidennya?")

Sebelumnya, Rizal Ramli kembali mengeluarkan penilaian tentang proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW, yang dia katakan tidak mungkin dicapai dalam waktu lima tahun.

"Setelah kami bahas, 35.000 MW tidak mungkin dicapai lima tahun, paling mungkin itu 10 tahun," katanya, dalam jumpa pers seusai rapat koordinasi tentang listrik di Kantor Kemenko Kemaritiman, di Jakarta, Senin. (Baca: Istana Akui Sulit Garap Pembangkit Listrik 35.000 MW)

Dia pun menyatakan, target yang bisa dicapai selama 5 tahun hanya 16.000 MW. Pernyataan Rizal soal proyek 35.000 MW pembangkit listrik ini sempat memicu perdebatan antara dia dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Rizal menuding proyek itu tidak realistis dan hanya merupakan turunan dari proyek yang belum tuntas dilakukan JK pada saat menjadi Wakil Presiden pada periode 2004-2009 (KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...