26 January 2020

Baca Puisi Sambil Mewek, Romy Minta Dibebaskan Hakim

KONFRONTASI-Mantan Ketua Umum PPP, Muchammad Romahurmuziy alias Romy, meminta kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta agar dibebaskan dari kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). 

Romy pun meminta agar nama baiknya dipulihkan setelah terjerat kasus tersebut. 

Ia mengaku tak menerima suap dari Haris Hasanuddin selaku Kakanwil Kemenag Jatim dan Muhammad Muafaq Wirahadi selaku Kepala Kantor Kemenag Gresik senilai Rp 416,4 juta

"Terakhir, izinkan dengan segala kerendahan hati dan menimbang seluruh fakta persidangan, saya memohon Yang Mulia untuk membebaskan saya dari segala tuduhan, memulihkan seluruh martabat dan kehormatan saya, serta mengembalikan saya kepada anak dan istri saya yang sampai hari ini tetap saya larang untuk hadir di majelis ini," ujar Romy saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) pribadinya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/1).

"Saya hanya bisa berdoa kepada Yang Maha Kuasa, kiranya Yang Mulia sebagai wakil-Nya, diberikan keyakinan yang sama dengan keyakinan saya atas seluruh fakta persidangan yang ada," sambungnya. 

Ia berharap melalui pleidoi setebal 50 halaman yang dibacakannya, dapat meyakinkan majelis hakim bahwa seluruh tuntutan jaksa KPK tak beralasan.

Tak hanya meminta untuk dibebaskan dari segala tuntutan, Romy turut meminta majelis hakim agar tidak mempertimbangkan permintaan jaksa KPK agar hak politiknya dicabut selama 5 tahun. 

"Kalau yang dituju oleh penuntut umum adalah kedudukan saya selaku ketua umum yang dianggap membuat saya memiliki kewenangan mengintervensi Menag Lukman, saya katakan, undang-undang melarang anda mencampuri demokrasi internal setiap partai politik! Karenanya, Yang Mulia, saya menolak tuntutan ini," ungkap Romy.

Meski tak setuju dengan seluruh tuntutan jaksa KPK, Romy mengakui masa tahanannya selama 10 bulan di Rutan KPK menjadi pelajaran paling berharga. 

"Kurang lebih sepuluh bulan saya ditahan. Ini menjadi pelajaran hidup paling berharga dalam hidup saya. Yang paling menderita secara batin tentunya adalah anak dan istri saya," kata Romy.

Romy kemudian meminta izin majelis hakim untuk membaca 2 puisi yang ia tulis selama menjalani masa tahanan. Saat membaca puisi terkait anaknya, Romy menangis. 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...