19 July 2019

Ayo, Media Harus Ikut Berperan Lakukan Deradikalisasi

KONFRONTASI-Media harus membantu pemerintah dalam melakukan gerakan deradikalisasi melalui pemberitaan, guna menetralisir paham radikal yang berkembang saat ini, kata akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nazhatut Thullab Dr Moh Wardi.

"Sebab, kalau kita perhatikan, aksi teror yang akhir-akhir ini semakin meluas, salah satunya karena pengaruh media," ujar Wardi dalam diskusi bertajuk "Islam, Media dan Terorisme" yang digelar Kahmi alumni IAIN Madura di Pamekasan, Jatim, Minggu (13/5) malam.

Mantan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu, lebih lanjut menjelaskan deradikalisasi mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme atau stratregi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan.

Tujuannya untuk mengembalikan para aktor terlibat yang memiliki pemahaman radikal untuk kembali ke jalan pemikiran yang lebih moderat.

Menurut Wardi, terorisme telah menjadi permasalahan serius bagi dunia internasional karena setiap saat akan membahayakan keamanan nasional.

Oleh karenanya, sambung dia, maka program deradikalisasi dibutuhkan sebagai formula penanggulangan dan pencegahan pemahaman radikal seperti terorisme.

Kemenangan kapitalisme pascaperang dingin, katanya, menjadikan media sebagai instrumen penting dalam mewujudkan misi gerakan.

"Maka media sebagai instrumen penting ini, hendaknya harus bisa diarahkan agar juga bisa menjadi alat membantu negara, dalam hal ini adalah melakukan upaya-upaya untuk mencegah radikalisme," katanya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...