31 March 2020

Anwar Ibrahim Sebut Ada Pengkhianatan Sebelum Mahathir Mundur

KONFRONTASI -  Diketahui bahwa Wakil Ketua PKR, Azmin Ali, yang juga menjabat Menteri Perekonomian Malaysia bersama Ketua PPBM, Muhyiddin Yassin, yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, merapatkan barisan dengan sejumlah ketua partai oposisi. Keduanya diketahui menggelar rapat dengan oposisi di sebuah hotel di pinggiran Kuala Lumpur pada Minggu (23/2) waktu setempat.

Laporan media lokal Malaysia menyebut rapat itu juga dihadiri oleh Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Malaysia (PAS). Hal ini semakin memicu spekulasi soal pergeseran loyalitas politik di antara anggota koalisi pemerintahan.

Ironis, manuver politik ini berpotensi mengembalikan kekuasaan pada UMNO yang kini beberapa pejabatnya, termasuk Najib, disidang terkait kasus korupsi. Diketahui bahwa UMNO dan PAS masih mendapat dukungan kuat dari warga etnis Melayu di Malaysia yang mencapai 60 persen dari total 32 juta jiwa penduduk negara itu.


Azmin, Muhyididin dan beberapa tokoh politik dari UMNO, PAS serta dua partai lainnya dari Borneo, dilaporkan bertemu Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, pada Minggu (23/2) waktu setempat untuk meminta dukungan. Rumor soal pengumuman pemerintahan baru sempat diperkirakan akan disampaikan pada Minggu (23/2) kemarin, namun tidak terwujud.

Anwar pada Minggu (23/2) waktu setempat memberitahu pendukungnya bahwa dia 'terkejut' dan menyebut manuver politik itu sebagai 'pengkhianatan'. Dia menyebut ada 'pengkhianatan' terhadap kesepakatan soal transisi kekuasaan yang disepakati sebelum pemilu 2018 lalu. Kendati demikian, Anwar tetap tenang dan menyebut semua ini sebagai 'cobaan kecil'.

Gejolak politik terus berlanjut. Anwar dan istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, yang menjabat Wakil PM mendatangi rumah Mahathir pada Senin (24/2) waktu setempat. Usai pertemuan itu, Anwar enggan mengungkapkan isi pembahasan dirinya dengan Mahathir dan hanya menyebutnya sebagai 'pertemuan yang baik'.

Beberapa saat setelah itu, Mahathir mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (24/2) waktu setempat. Pengunduran diri ini masih membutuhkan persetujuan Yang di-Pertuan Agong.

Diketahui bahwa Wakil Ketua PKR, Azmin Ali, yang juga menjabat Menteri Perekonomian Malaysia bersama Ketua PPBM, Muhyiddin Yassin, yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, merapatkan barisan dengan sejumlah ketua partai oposisi. Keduanya diketahui menggelar rapat dengan oposisi di sebuah hotel di pinggiran Kuala Lumpur pada Minggu (23/2) waktu setempat.

Laporan media lokal Malaysia menyebut rapat itu juga dihadiri oleh Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Malaysia (PAS). Hal ini semakin memicu spekulasi soal pergeseran loyalitas politik di antara anggota koalisi pemerintahan.

Ironis, manuver politik ini berpotensi mengembalikan kekuasaan pada UMNO yang kini beberapa pejabatnya, termasuk Najib, disidang terkait kasus korupsi. Diketahui bahwa UMNO dan PAS masih mendapat dukungan kuat dari warga etnis Melayu di Malaysia yang mencapai 60 persen dari total 32 juta jiwa penduduk negara itu.

Azmin, Muhyididin dan beberapa tokoh politik dari UMNO, PAS serta dua partai lainnya dari Borneo, dilaporkan bertemu Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, pada Minggu (23/2) waktu setempat untuk meminta dukungan. Rumor soal pengumuman pemerintahan baru sempat diperkirakan akan disampaikan pada Minggu (23/2) kemarin, namun tidak terwujud.

Anwar pada Minggu (23/2) waktu setempat memberitahu pendukungnya bahwa dia 'terkejut' dan menyebut manuver politik itu sebagai 'pengkhianatan'. Dia menyebut ada 'pengkhianatan' terhadap kesepakatan soal transisi kekuasaan yang disepakati sebelum pemilu 2018 lalu. Kendati demikian, Anwar tetap tenang dan menyebut semua ini sebagai 'cobaan kecil'.

Gejolak politik terus berlanjut. Anwar dan istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, yang menjabat Wakil PM mendatangi rumah Mahathir pada Senin (24/2) waktu setempat. Usai pertemuan itu, Anwar enggan mengungkapkan isi pembahasan dirinya dengan Mahathir dan hanya menyebutnya sebagai 'pertemuan yang baik'.

Beberapa saat setelah itu, Mahathir mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (24/2) waktu setempat. Pengunduran diri ini masih membutuhkan persetujuan Yang di-Pertuan Agong.(Jft/Detik)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...