10 December 2019

Anggota Polri Ditangkap Polisi Mayasia Terkait Peredaran Narkoba, IPW: Kapolri Harus Mundur

KONFRONTASI - Jika memang terbukti ditangkap karena kasus narkoba, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Kepolisian RI harus berjiwa besar melepas Anggota Polda Kalbar AKBP Idha Endri Prastiono dan Brigadir Kepala MP Harahap.

Artinya, kata Neta, kedua anggota Polri itu bisa terkena hukum gantung sampai mati oleh pihak Malaysia. "Menurut pasal 39 B Undang-undang Antinarkotika Malaysia, para pembawa narkoba diancam hukuman gantung sampai mati,"  kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/9).

Dia menyatakan, kasus tertangkapnya dua anggota Polri Polis Diraja Malaysia harusnya membuat elit Polri malu dan mundur dari jabatannya. "Kapolri dan Kapolda Kalbar harus mundur dari jabatannya. Apalagi kedua anggota Polri itu ditangkap karena diduga terlibat shabu sebanyak 6 kilogram," ujar Neta.

IPW mendesak harus ada elit Polri yang bertanggungjawab dalam kasus penangkapan dua Anggota Polda Kalbar itu. Bagaimana pun, kata Neta, kepergian dua Anggota Polri itu ke Malaysia harus izin dan sepengetahuan atasan.

"Tidak mungkin seorang Anggota Polri bisa pergi ke luar negeri dengan cara selonong boy tanpa izin atasan, apalagi yang pergi itu adalah perwira menengah berpangkat AKBP," kata Neta.

Menurutnya pula, tindakan tegas diperlukan agar anggota Polri tidak terus menerus mempermalukan diri dan institusinya. Dia mengatakan, dari kasus penangkapan tersebut, para pimpinan Polri perlu makin memperketat dan mencermati bawahannya, terutama yang bersentuhan dengan tugas-tugas di bidang narkoba.

Neta menegaskan pengawasan internal dari atas ke bawah harus diperkuat. Ia menambahkan, atasan harus peduli dengan semua dinamika yang ada di jajarannya. "Sangat naif, jika seorang Kapolda tidak tahu ada pamennya yang pergi ke luar negeri, kemudian tertangkap polisi negara karena kasus narkoba," papar dia.

Lebih jauh Neta menyatakan bahwa kasus ini membuktikan bangsa Indonesia semakin dipecundangi narkoba dan aparatnya terlalu gampang diperbudak narkoba. "Gurihnya uang dari hasil bisnis narkoba telah menutup akal sehat banyak orang, terutama oknum aparat," pungkas penulis buku 'Jangan Bosan Mengkritik Polisi' ini.[ian/jpn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...