21 August 2019

Anggota Kagama dan Akademisi UII: Prabowo-RR itu Indonesia Banget, Yakin Menang 2019 !

KONFRONTASI- Anggota Kagama dan Akademisi UII Purwoko MA PhD menegaskan duet  Prabowo-Rizal Ramli (RR) itu sangat  Indonesia banget, sehingga Prabowo-RR  diyakini menang dalam Pilpres 2019 ! Sebab apa? Sebab kegagalan ekonomi dan hukum Presiden Jokowi membuat rakyat jenuh, distrust dan kehilangan harapan.
''Saya memahami dan mendukung gerakan rakyat  untuk Prabowo-RR  sebagai pemimpin alternatif di seluruh Indonesia sebab hal itu akan mengakhiri transisi demokrasi yang gagal ekonomi akibat kelemahan Jokowi- JK. Jangan lupa, rakyat sudah distrust serta kehilangan harapan/kepercayaan  pada Jokowi,'' kata Purwoko, alumnus  UGM, Canada (MA)  dan (PhD) Melbourne University Australia.

Mantan Menko Perekonomian dan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli PhD adalah anak NU-Muhammadiyah karena ayah ibunya pengurus Muhammadiyah Sumatera Barat dan dia juga anggota keluarga Pesantren Tebu Ireng Gus Dur. Dan, dia  anggota Keluarga Besar Pondok Gontor  pimpinan Gontor Pusat KH. Hasan Abdullah Sahal.  Rizal Ramli adalah bagian dari keluarga Gus Dur Pesantren Tebu Ireng Jombang, sebagai  orang pergerakan yang panjang, pahit, penuh duri dan berliku sejak masa kanak sampai menjadi mahasiswa ITB,  nyantri kilat  di Pondok Gontor, studi ke Sophia University Tokyo dan PhD dari Boston University, AS.

Purwoko  MA PhD

 

 

Sejauh ini lembaga penelitian politik, seperti Poltracking dan LSI menyatakan bahwa elektabilitas petahana Jokowi berada di bawah 50 persen. Artinya peluang penantang Joko Widodo untuk menangi Pilpres 2019 sangat besar.

 

Pengamat politik dari New Indonesia Foundation, Reinhard menilai, jika dalam Pilpres 2019 hanya terbentuk dua poros koalisi, yakni Jokowi melawan Prabowo Subianto, maka peran calon wakil presiden (Cawapres) merupakan faktor yang sangat menentukan. Menurutnya Prabowo akan menang bila menggandeng Rizal Ramli (RR) sebagai Cawapres. Reinhard mengungkapkan tiga alasan mengapa ekonom senior itu menjadi faktor penentu kemenangan Prabowo atas Jokowi.

Hasil gambar untuk prabowo- rizal ramli

Pertama. RR merupakan ekonom di Indonesia yang paling paham kelemahan pembangunan ekonomi Jokowi. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi, akan bermuara kepada sosok ekonom yang mereka anggap paling mampu memperbaikinya.
 
"Publik kurang puas dengan pembangunan infrastruktur Jokowi yang tidak berhubungan dengan membaiknya perekonomian mereka, daya beli rakyat tidak membaik, impor pangan semakin gencar, ketimpangan pendapatan tetap tinggi, dan pertumbuhan ekonomi stagnan 5 persen. Pada saat yang sama mereka melihat dan membaca RR banyak memberikan solusi-solusi terobosan untuk atasi semua masalah ekonomi tersebut," jelas Reinhard dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/3).

Kedua, RR adalah simbol keberpihakan rakyat, hal ini dibuktikan dalam rekam jejak sebagai tokoh pergerakan selama 40 tahun, sejak 1978. Dengan menyingkirkan RR dari kabinet, sama saja Jokowi menghilangkan simbol keberpihakan rakyat dari pemerintahannya. Hal ini terutama tergambar jelas dari kasus Reklamasi Teluk Jakarta.

Hasil gambar untuk prabowo- rizal ramli

"Publik seluruh Indonesia paham benar bahwa RR direshuffle oleh Jokowi setelah berani hentikan reklamasi Pulau G milik Agung Podomoro karena alasan teknis (pipa gas dan PLN) dan kerakyatan (nelayan). Perlu diingat isu reklamasi terbukti sangat ampuh ketika diangkat oleh Anies Baswedan mengalahkan Ahok di Pilkada DKI Jakarta tahun lalu. RR adalah pemilik saham terbesar atas isu reklamasi ini, bukan Anies. Dan isu reklamasi jelas akan muncul lagi saat Pilpres 2019," tegas Reinhard.
Hasil gambar untuk prabowo- rizal ramli
Ketiga, sambung Reinhard bangsa ini membutuhkan negarawan berkapasitas internasional yang mampu mengimbangi agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Apalagi setelah pemimpin RRT, Xi Jinping dimungkinkan menjabat lebih dari dua periode oleh Kongres Nasional Tiongkok. RR dinilai dapat mengimbangi Xi, karena RR adalah penasehat ekonomi PBB bersama tiga orang peraih Nobel Ekonomi.

''Saya sudah jadi anak yatim piatu umur 6-7 tahun, dan kepahitan derita itu memacu saya untuk belajar dan bekerja sekuat  tenaga untuk berbuat yang terbaik, yang  bermakna-bernilai bagi bangsa dan negara, '' kata tokoh nasional/teknokrat senior Rizal Ramli PhD  (RR) yang akrab dipanggil Bang Rizal atau Gus Romli itu dalam lawatan ke Pondok Gontor, Ponorogo-Kediri 13-16 Oktober 2017

Mantan Menko Perekonomian dan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli PhD adalah anak NU-Muhammadiyah karena ayah ibunya pengurus Muhammadiyah Sumatera Barat dan dia juga anggota keluarga Pesatren Tebu Ireng Gus Dur. Dan, dia  anggota Keluarga Besar Pondok Gontor  pimpinan Gontor Pusat KH. Hasan Abdullah Sahal.  Rizal Ramli adalah bagian dari keluarga Gus Dur Pesantren Tebu Ireng Jombang, sebagai  orang pergerakan yang panjang, pahit, penuh duri dan berliku sejak masa kanak sampai menjadi mahasiswa ITB,  nyantri kilat  di Pondok Gontor, studi ke Sophia University Tokyo dan PhD dari Boston University, AS. (FF)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...